Vaksin Moderna yang terkontaminasi zat asing dipastikan hanya dikirim ke Jepang

Jumat, 27 Agustus 2021 | 11:04 WIB Sumber: Kyodo
Vaksin Moderna yang terkontaminasi zat asing dipastikan hanya dikirim ke Jepang

ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan vaksin Moderna di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (23/8/2021).


KONTAN.CO.ID - TOKYO. Produsen vaksin Covid-19 Moderna asal Spanyol memastikan bahwa dosis yang terkontaminasi zat asing hanya dikirim ke Jepang.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh perusahaan farmasi Spanyol Rovi SA, yang bertanggung jawab dalam distribusi vaksin Moderna ke Jepang.

"Deteksi partikel ini mengacu pada botol tertentu dari satu lot produk yang didistribusikan secara eksklusif di Jepang," ungkap Rovi SA dalam pernyataan resminya hari Jumat (27/8), seperti dikutip Kyodo.

Saat ini Rovi SA sedang melakukan penyelidikan atas masalah tersebut dan bekerja sama dengan otoritas kesehatan.

Sebelumnya, pada hari Kamis (26/8), Jepang menangguhkan penggunaan hingga 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna karena ditemukan terkontaminasi zat asing di dalamnya.

Baca Juga: 1,6 Jutaan dosis vaksin Covid-19 Moderna di Jepang terkontaminasi zat asing

Ukuran zat asing yang ditemukan dalam 39 botol dilaporkan berukuran beberapa milimeter. Sejumlah besar dosis tersebut telah didistribusikan ke 863 pusat vaksinasi di seluruh Jepang.

Baik Moderna maupun Takeda Pharmaceutical Co., yang bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi vaksin di Jepang, disebut masih belum menerima laporan tentang masalah keamanan tersebut.

Namun, Takeda menyatakan bahwa asal insiden produksi ini mungkin memang berasal dari Rovi yang ada di Spanyol. 

Sebagai tindakan pencegahan, Takeda telah menangguhkan penggunaan tiga lot vaksin yang diproduksi dalam waktu yang bersamaan dengan botol-botol yang terkontaminasi.

Rovi AS merupakan perusahaan yang dikontrak Moderna untuk menangani proses akhir produksi vaksin untuk dosis yang dikirim ke luar Amerika Serikat. Rovi bertugas mengisi botol dengan bahan mentah yang diproduksi oleh perusahaan Swiss.

Selanjutnya: Studi terbaru: Kemampuan vaksin Covid-19 Sputnik V meningkat seiring waktu

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru