kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Virus Corona Kelelawar Baru Ditemukan di China, Picu Kecemasan Pandemi Lainnya


Senin, 24 Februari 2025 / 07:46 WIB
ILUSTRASI. Penemuan virus corona kelelawar baru di China telah memicu kekhawatiran tentang pandemi lainnya.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, dokter tersebut menyatakan bahwa risiko terjadinya hal ini tetap "sangat rendah," karena ikatannya lebih lemah dan virusnya "jauh lebih lemah" daripada SARS-CoV-2.

"Bahkan saat kita terus menyelidiki potensi patogen manusia, dan bahkan saat kita bersiap menghadapi kemungkinan pandemi, sangat penting bagi kita untuk tidak menyerah pada rasa takut," kata Siegel.

"Pandemi COVID adalah yang terburuk dalam satu abad, tetapi bukan berarti akan terjadi lagi pandemi flu burung atau yang lainnya."

Dalam skenario yang ideal, kata Siegel, sebuah konsorsium ilmuwan internasional dapat dibentuk untuk membantu memberikan perlindungan global.

Tonton: Hasil Penyelidikan Terikini oleh CIA: Virus Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab di Wuhan China

"Itu tentu tidak terjadi pada pandemi COVID, dan kerahasiaan tetap ada," katanya. "Tetapi penelitian seperti ini, yang diterbitkan dalam jurnal terkemuka, merupakan langkah ke arah yang benar."




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×