kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Virus corona menyebar lebih cepat di luar China, Asia laporkan ratusan kasus baru


Kamis, 27 Februari 2020 / 06:13 WIB
Virus corona menyebar lebih cepat di luar China, Asia laporkan ratusan kasus baru
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. China Daily via REUTERS.

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI / SEOUL. Jumlah infeksi virus corona yang terjadi di luar China menyebar dengan cepat. Italia dan Iran muncul sebagai episenter baru dari penyakit mematikan ini.

Sementara, melansir Reuters, Asia melaporkan ratusan kasus baru dan Brasil mengonfirmasi infeksi pertama di Amerika Latin. Penyakit baru yang dikenal dengan sebutan COVID-19 ini juga terdeteksi untuk pertama kalinya di Pakistan, Swedia, Norwegia, Yunani, Rumania, dan Aljazair.

Otoritas kesehatan AS, mengatakan, di Amerika ada 59 kasus virus corona. Mayoritas dari mereka adalah warga AS yang dipulangkan dari kapal pesiar di Jepang. AS mengatakan, virus corona kemungkinan merupakan pandemi global.

Baca Juga: Duh, Menteri Kesehatan Rumania konfirmasi kasus pertama virus corona

Presiden AS Donald Trump menuding siaran TV kabel membesar-besarkan bahaya virus corona sehingga membuat "pasar panik". Itu sebabnya, dia menggelar konferensi pers pada Rabu malam, kemungkinan sebagai upaya untuk meyakinkan pasar dan masyarakat tentang sejumlah aksi yang  akan dilakukan pemerintah terkait virus corona.

Asal tahu saja, menurut perhitungan indeks MSCI all-country, pasar saham di seluruh dunia telah kehilangan nilai kapitalisasi pasar US$ 3,3 triliun dalam empat hari perdagangan.

Wall Street tertekan pada hari Rabu sore, sedangkan harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari setahun. Kondisi ini sebagian disebabkan oleh pernyataan pejabat kesehatan AS yang mengatakan bahwa puluhan orang yang telah mengunjungi China tengah dipantau di pinggiran kota New York yang padat penduduk. Meski demikian, hingga saat ini, tidak ada konfirmasi kasus virus corona yang ditemukan.

Baca Juga: WHO: Kita dalam pertarungan melawan virus corona yang bisa kita menangkan

Walikota New York Bill de Blasio mendesak pemerintah federal untuk memperketat pengujian bagi pengunjung dari berbagai negara di mana virus telah menyebar. Dia menambahkan, deteksi ketat harus memberikan kepastian hingga 100%.

Virus yang dapat menyebabkan pneumonia itu diyakini berasal dari pasar yang menjual satwa liar di pusat kota Wuhan di China akhir tahun lalu. Virus ini telah menginfeksi sekitar 80.000 orang dan membunuh lebih dari 2.700 orang, yang sebagian besar di China.

Saat langkah-langkah karantina radikal telah membantu memperlambat laju penularan di China, namun ternyata penyebaran virus ini terbilang sangat cepat di tempat lain.

Jerman, yang memiliki sekitar 20 kasus, mengatakan sudah tidak mungkin untuk melacak semua rantai infeksi. Menteri Kesehatan Jens Spahn mendesak pemerintah daerah, rumah sakit dan pengusaha untuk meninjau perencanaan pandemi mereka.

Baca Juga: Thailand keluarkan travel advice ke 9 negara dengan wabah corona, ini daftarnya

Sementara itu, data Reuters menunjukkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan China telah melaporkan 412 kasus baru pada hari Selasa, sementara ada 459 kasus di 37 negara lain.

Namun, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyarankan para diplomat di Jenewa pada hari Rabu agar tidak berbicara tentang pandemi - yang WHO definisikan sebagai penyebaran penyakit baru di seluruh dunia.

"Menggunakan kata pandemi secara sembarangan tidak memiliki manfaat nyata, tetapi memang memiliki risiko yang signifikan dalam hal memperkuat ketakutan dan stigma yang tidak perlu dan tidak dapat dibenarkan, dan melumpuhkan sistem," katanya. "Itu juga bisa menandakan bahwa kita tidak bisa lagi melawan virus, yang mana hal itu adalah tidak benar."

Baca Juga: China ke Rusia: Akhiri tindakan diskriminatif ke warga China karena virus corona

WHO mengatakan wabah memuncak di China sekitar 2 Februari setelah sejumlah langkah dilakukan, termasuk mengisolasi episentrum provinsi Hubei. Dikatakan hanya 10 kasus baru dilaporkan di China pada Selasa di luar Hubei.

Kasus pertama Amerika Latin

Kasus pertama Amerika Latin terjadi pada pria berusia 61 tahun di Sao Paulo, Brasil, yang baru-baru ini mengunjungi Italia. Diagnosis bertepatan dengan liburan karnaval, waktu puncak untuk perjalanan domestik.

Selain Brasil, Italia atau sejumlah orang yang baru-baru ini mengunjungi Italia telah dites positif di Aljazair, Austria, Kroasia, Yunani, Rumania, Spanyol, Swedia dan Swiss.

Italia sendiri telah melaporkan lebih dari 400 kasus, yang berpusat di jantung industri Lombardy dan Veneto.

Sebuah hotel di Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol dikunci karena ditemukannya kasus-kasus yang terkait dengan Italia.

Baca Juga: Gawat! Kasus baru virus corona kini lebih banyak di luar China

"Ini sangat menakutkan karena semua orang keluar, di kolam renang, menyebarkan virus," kata tamu hotel Lara Pennington yang berusia 45 tahun.

Di Prancis, korban kedua dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah seorang guru yang belum mengunjungi negara mana pun dengan wabah.

Di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe menyerukan agar acara-acara olahraga dan budaya dibatalkan atau dikurangi selama dua minggu untuk membendung virus. Hal itu juga yang membuat kecemasan kian meningkat untuk pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.

Baca Juga: Virus corona mendarat di Amerika Latin, Brasil laporkan kasus pertama

Jepang memiliki hampir 170 kasus, selain 691 kasus yang terkait dengan kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di lepas pantai bulan ini.

Menurut penghitungan Reuters, ada hampir 50 kematian di luar China, termasuk 12 di Italia dan 19 di Iran.

Sementara Iran telah melaporkan ada 139 kasus. Kasus-kasus yang terkait dengan Iran telah dilaporkan di Timur Tengah. Irak memberlakukan larangan bepergian ke negara-negara yang terkena dampak dan melarang pertemuan publik.



TERBARU

[X]
×