kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Vladimir Putin Ancam Ukraina Mungkin Kehilangan Kenegaraannya


Senin, 07 Maret 2022 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Putin memperingatkan bahwa Ukraina mungkin kehilangan status kenegaraannya jika mereka terus melakukan apa yang mereka lakukan. REUTERS/Borut Zivulovic


Sumber: The New York Times,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Aliansi militer NATO telah menolak permintaan Kyiv untuk zona larangan terbang, dengan alasan hal itu akan meningkatkan perang di luar Ukraina menjadi konflik yang jauh lebih luas, yang berpotensi mengadu Amerika Serikat melawan Rusia.

Ukraina telah merdeka selama lebih dari 30 tahun setelah runtuhnya Uni Soviet.

Invasi Rusia ke negara berdaulat telah banyak dikecam oleh masyarakat internasional, dan Ukraina telah menyerukan untuk dimasukkan dalam aliansi militer NATO. Sedangkan Rusia telah menuntut agar Ukraina tidak diizinkan masuk NATO.

Baca Juga: IMF Peringatkan Perang di Ukraina Akan Membawa Dampak yang Buruk bagi Ekonomi Global

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani aplikasi keanggotaan Uni Eropa ketika negara bekas Uni Soviet itu berusaha untuk bergabung dengan blok tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa dan, yang paling penting, berada pada pijakan yang sama," kata presiden Ukraina dalam pidato video, The New York Times melaporkan. "Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin."




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×