kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Vladimir Putin Ancam Ukraina Mungkin Kehilangan Kenegaraannya


Senin, 07 Maret 2022 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Putin memperingatkan bahwa Ukraina mungkin kehilangan status kenegaraannya jika mereka terus melakukan apa yang mereka lakukan. REUTERS/Borut Zivulovic


Sumber: The New York Times,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Aliansi militer NATO telah menolak permintaan Kyiv untuk zona larangan terbang, dengan alasan hal itu akan meningkatkan perang di luar Ukraina menjadi konflik yang jauh lebih luas, yang berpotensi mengadu Amerika Serikat melawan Rusia.

Ukraina telah merdeka selama lebih dari 30 tahun setelah runtuhnya Uni Soviet.

Invasi Rusia ke negara berdaulat telah banyak dikecam oleh masyarakat internasional, dan Ukraina telah menyerukan untuk dimasukkan dalam aliansi militer NATO. Sedangkan Rusia telah menuntut agar Ukraina tidak diizinkan masuk NATO.

Baca Juga: IMF Peringatkan Perang di Ukraina Akan Membawa Dampak yang Buruk bagi Ekonomi Global

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani aplikasi keanggotaan Uni Eropa ketika negara bekas Uni Soviet itu berusaha untuk bergabung dengan blok tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa dan, yang paling penting, berada pada pijakan yang sama," kata presiden Ukraina dalam pidato video, The New York Times melaporkan. "Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin."




TERBARU

[X]
×