CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Wacana Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Dunia


Selasa, 21 Juli 2026 / 17:37 WIB
Wacana Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Dunia
ILUSTRASI. Piala Dunia (REUTERS/Amanda Perobelli)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Wacana memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim dinilai berpotensi mengubah struktur ekonomi sepak bola global secara signifikan.

Selain menambah jumlah pertandingan dan kebutuhan infrastruktur, ekspansi tersebut juga diperkirakan akan menggeser keseimbangan kekuatan finansial menuju FIFA.

Baca Juga: Ada Upaya Mediasi AS dan Iran, Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 1%

Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan, usulan Piala Dunia 64 tim merupakan salah satu ide yang dapat dikaji setelah berakhirnya turnamen 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara.

Menurut Infantino, memperluas jumlah peserta akan memberi lebih banyak kesempatan bagi negara-negara kecil untuk tampil di panggung sepak bola dunia.

"Saya pikir penting ketika menyelenggarakan Piala Dunia, turnamen itu diperuntukkan bagi seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang," ujarnya.

Namun, usulan tersebut memunculkan perdebatan baru mengenai batas ideal jumlah peserta dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Baca Juga: Pertemuan ASEAN Diwarnai Kekhawatiran atas Konflik AS-Iran dan Laut China Selatan

Nilai ekonomi kualifikasi bisa menurun

Reuters melaporkan bahwa jika jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, proses lolos ke putaran final akan menjadi lebih mudah bagi banyak negara besar.

Konsekuensinya, nilai komersial pertandingan kualifikasi Piala Dunia berpotensi menurun karena peluang lolos menjadi lebih besar.

Jika hak siar dan nilai komersial babak kualifikasi berkurang, enam konfederasi sepak bola dunia diperkirakan akan semakin bergantung pada distribusi pendapatan dari FIFA.

Kondisi tersebut berpotensi memperbesar pengaruh finansial sekaligus politik FIFA dalam tata kelola sepak bola dunia.

Presiden Aleksander Čeferin sebelumnya menyatakan tidak mendukung gagasan tersebut.

"Saya rasa itu bukan ide yang baik, baik untuk Piala Dunia maupun babak kualifikasi kami," katanya.

 Hingga kini UEFA tetap mempertahankan sikap penolakan tersebut.

Presiden Salman bin Ibrahim Al Khalifa juga mempertanyakan sejauh mana ekspansi turnamen akan dilakukan apabila jumlah peserta terus ditambah.

Baca Juga: Trump Kenakan Tarif 50% untuk Produk Kanada, Picu Babak Baru Perang Dagang

Tantangan logistik semakin besar

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi edisi pertama sejak 1998 yang meninggalkan format 32 tim.

Turnamen tersebut akan diikuti 48 negara, menghadirkan 104 pertandingan selama lebih dari lima pekan.

Apabila format diperluas menjadi 64 tim, jumlah pertandingan diperkirakan meningkat menjadi 128 laga, atau bertambah 24 pertandingan dibandingkan format 2026 dan dua kali lipat dibanding era 32 tim.

Tanpa pemadatan jadwal atau penyelenggaraan lebih banyak pertandingan secara bersamaan, turnamen diperkirakan harus diperpanjang sekitar satu pekan lagi.

Tantangan tersebut akan semakin kompleks pada Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan laga pembuka juga dimainkan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay untuk memperingati 100 tahun Piala Dunia.

Sementara itu, Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034, juga menghadapi tantangan tersendiri karena pelaksanaan turnamen berpotensi berbenturan dengan bulan Ramadan.

Jika jumlah peserta diperbesar menjadi 64 tim, kebutuhan stadion, hotel, fasilitas latihan, transportasi, hingga relawan akan meningkat secara signifikan.

Baca Juga: PM Inggris Andy Burnham Pangkas Pajak Listrik untuk Redam Krisis Biaya Hidup

Bebani kalender dan keuangan federasi

Ekspansi turnamen juga diperkirakan memperpadat kalender sepak bola internasional yang selama ini sudah menjadi sorotan.

Sejumlah liga domestik, termasuk J-League Jepang dan Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat, kini mulai menggunakan kalender kompetisi Agustus hingga Mei, sehingga penyelenggaraan Piala Dunia pada musim dingin akan mengganggu lebih banyak kompetisi domestik.

Dari sisi keuangan, federasi peserta juga menghadapi biaya yang tidak sedikit.

Federasi Sepak Bola Prancis, misalnya, memperkirakan harus mengeluarkan sekitar 24,5 juta euro untuk mengikuti Piala Dunia 2026.

Presiden federasi, Philippe Diallo, bahkan mengatakan timnas Prancis setidaknya harus mencapai semifinal agar tidak mengalami kerugian finansial.

Baca Juga: Jepang Gandeng Bank AS Demi Realisasikan Investasi US$ 550 Miliar

Diallo juga meminta FIFA meningkatkan dukungan pendanaan bagi negara peserta.

Selain itu, turnamen yang lebih panjang diperkirakan akan menambah beban fisik para pemain elite, sekaligus memunculkan kembali perdebatan mengenai keseimbangan kompetisi, biaya yang harus ditanggung suporter, serta apakah Piala Dunia akan kehilangan nilai eksklusivitas yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.

Nasib usulan Piala Dunia 64 tim diperkirakan akan sangat bergantung pada evaluasi terhadap penyelenggaraan edisi pertama dengan format 48 tim pada 2026.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×