kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45766,21   1,60   0.21%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Waduh, jejak virus corona masih ditemui pada pasien yang sudah sembuh


Jumat, 21 Februari 2020 / 10:20 WIB
Waduh, jejak virus corona masih ditemui pada pasien yang sudah sembuh
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. REUTERS/Tyrone Siu

Sumber: The Straits Times,South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Wabah virus corona di China membalikkan tren penurunan pada hari Jumat (21/2/2020). Melansir South China Morning Post, ada 899 kasus baru dan 118 kematian yang dilaporkan. Padahal satu hari sebelumnya, jumlah infeksi baru turun ke titik terendah dalam beberapa minggu.

Data South China Morning Post menunjukkan, Provinsi Hubei memiliki 411 kasus yang baru dikonfirmasi dan 115 kematian. Sebagai perbandingan, sehari sebelumnya kasus yang dikonfirmasi dan kematian masing-masing 349 dan 108 kasus.

Para ahli memperingatkan, angka korban wabah masih berfluktuasi, sehingga hal ini mungkin menunjukkan krisis belum mencapai puncaknya.

Baca Juga: Waduh, dalam sehari jumlah korban virus corona baru di Korea Selatan capai 52

Namun, untuk pertama kalinya jumlah pasien yang pulih melampaui angka 2.000. Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, sudah ada 2.019 pasien yang telah pulih pada hari Jumat. Sehingga, jumlah total pasien yang sehat kembali menjadi 18.264.

Sejauh ini, ada 2.236 kematian di daratan China dari Covid-19 dan 75.465 kasus.

Pasien yang pulih masih terinfeksi

Sayangnya, dalam penilaian yang suram, seorang ahli penyakit pernapasan utama China menggambarkan situasi epidemi sebagai "pertempuran besar", meskipun ada penurunan dalam kasus harian yang tercatat beberapa hari terakhir.

Baca Juga: AS: Wabah virus corona tak akan ubah komitmen Tiongkok untuk membeli barang AS

“Kita seharusnya tidak boleh lengah. Angka itu mungkin naik lagi,” kata Zhao Jianping, kepala tim ahli yang berupaya mengatasi wabah di Hubei.

Zhao mengatakan kepada majalah Southern People Weekly bahwa ada kasus di China di mana pasien yang sudah sembuh terus menunjukkan jejak virus melalui tes asam nukleat. Ada hasil serupa di Kanada, di mana usap hidung dan tenggorokan yang diambil dari pasangan yang telah pulih dari Covid-19 mengungkapkan mereka masih memiliki jejak virus.

“Kami juga punya kasus seperti itu. Ini berbahaya. Di mana Anda menempatkan pasien ini? Anda tidak bisa mengirim mereka pulang karena mereka mungkin menulari orang lain, tetapi Anda tidak bisa memasukkan mereka ke rumah sakit karena sumber dayanya terbatas,” katanya kepada South China Morning Post.

Sebelumnya, Straits Times memberitakan, jumlah kasus baru virus corona di China terus mengalami penurunan. Hal ini terjadi setelah pejabat kesehatan mengubah kriteria untuk kasus yang dikonfirmasi. Perubahan ini merupakan yang kedua kalinya dalam sebulan.

Sekarang ini, Kasus virus corona memerlukan tes laboratorium sebelum dikonfirmasi sebagai infeksi Covid-19.

Baca Juga: Masa isolasi Wuhan molor lagi, siapa yang akan bayar cicilan kami?

Pedoman baru Tiongkok ini menandakan bahwa kasus baru di Hubei sekarang meningkat pada tingkat yang lebih lambat.

Jumlah pasien yang keluar di Hubei juga telah melampaui jumlah infeksi baru untuk pertama kalinya, di mana hal ini mungkin menunjukkan perlambatan dalam penyebaran.

Straits Times memberitakan, revisi pedoman diagnostik adalah yang kedua dalam sebulan. Setelah revisi pertama yang mulai berlaku Kamis lalu, angka infeksi melonjak secara dramatis di provinsi Hubei karena kriteria untuk kasus yang dikonfirmasi diperluas untuk mencakup mereka yang menunjukkan gejala, memiliki riwayat kontak atau perjalanan dengan kasus yang dikonfirmasi dan CT scan positif.

Baca Juga: Gawat, pakar kedokteran China bilang wabah virus corona akan berlangsung lama

Sehari kemudian, Komisi Heath National menghapus 108 kematian dari jumlah totalnya karena “penghitungan ganda” di Hubei. Hal ini menimbulkan keraguan atas keandalan data China tentang kasus-kasus virus corona.

Pedoman baru, sementara sejalan dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia, bisa juga berarti tekanan kembali ke laboratorium. Para dokter juga sebelumnya mengeluhkan kurangnya test kit.



TERBARU

[X]
×