kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Walau virus corona mengancam, ribuan warga Israel tetap berdemonstrasi


Senin, 20 April 2020 / 13:49 WIB
Walau virus corona mengancam, ribuan warga Israel tetap berdemonstrasi
Unjuk rasa dengan tetap menjaga jarak di Tel Aviv, Israel, 19 April 2020.

Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - TEL AVIV. Di saat pandemik corona sedang merebak, politik di Israel bergejolak.  Ribuan warga Israel berdemonstrasi di kota Tel Aviv Minggu (19/4). Menariknya karena di tengah wabah corona, para demonstran  mengenakan topeng wajah dan mengibarkan bendera hitam. Mereka berdemonstrasi melawan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dituduh melakukan korupsi.

Dalam demonstrasi yang diperbolehkan di bawah pembatasan akibat virus corona. Peserta demonstrasi menjaga jarak satu sama lain dan mengenakan masker wajah.


Membawa spanduk "Selamatkan Demokrasi," para pengunjuk rasa meminta partai oposisi untuk tidak bergabung dalam koalisi yang dipimpin oleh Netanyahu, perdana menteri yang dituduh melakukan korupsi.

Netanyahu, yang menyangkal melakukan kesalahan, berada di bawah dakwaan pidana dalam tiga kasus korupsi.  Netanyahu juga berhasil menegosiasikan kesepakatan pembagian kekuasaan dengan saingannya Benny Gantz untuk membentuk pemerintah koalisi.

Seorang juru kamera Reuters memperkirakan bahwa beberapa ribu demonstran menghadiri rapat umum di Lapangan Rabin Tel Aviv. Media Israel menyebutkan sekitar 2.000 orang.

 


Tag

TERBARU

[X]
×