kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Wanita terkaya di Afrika dari fesyen dan eksplorasi minyak (1)


Kamis, 07 Maret 2019 / 09:00 WIB

Wanita terkaya di Afrika dari fesyen dan eksplorasi minyak (1)


Tanpa latar belakang pendidikan bisnis dan pertambangan, Folorunsho Alakija berhasil mengembangkan bisnis eksplorasi minyak lewat Famfa Oil. Berbekal keinginan kuat dan pergaulan yang luas, bisnis yang dirintis sejak tahun 1993 itu berkembang hingga saat ini yang mengantarkan Alakija menjadi salah satu wanita terkaya di Afrika. Kekayaan wanita ini ditopang oleh bisnis fesyen yang ia rintis, berawal dari kesenangannya dengan mode.

Folorunsho Alakija merupakan pengusaha wanita asal Nigeria. Perempuan berusia 68 tahun ini telah sukses mengembangkan bisnisnya sendiri, mulai dari fesyen, percetakan dan bisnis minyak. Kesuksesan tersebut telah mengantarkannya masuk ke jajaran orang terkaya di dunia.

Forbes mencatat total kekayaan milik Alakija mencapai US$ 1,5 miliar pada tahun 2018. Dia tercatat menjadi wanita terkaya di negaranya dan masuk menjadi salah satu dari jajaran wanita terkaya di Benua Afrika.

Alakija sukses mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya lewat bisnis eksplorasi minyak di Nigeria dengan mengusung nama perusahaan Famfa Oil. Perusahaan itu ia rintis sejak tahun 1993. Saat ini Famfa memiliki aset ladang minyak lepas pantai Agbami-2 atau OML 127 Operations, setelah sebelumnya sukses melakukan eksplorasi dan pengembangan di blok Agbami-1.

Kini dia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di Famfa Oil. Perusahaan tersebut bermitra dengan perusahaan minyak dunia ternama dalam mengembangkan lapangan OML 127, yakni Chevron dan Petrobras. Dengan mengempit 60% saham OML 127 di Nigeria, Famfa Oil memproduksi sekitar 250.000 barel minyak mentah per hari.

Sementara bisnis fesyen dan percetakan dibangun lewat bendera The Rose of Sharon Group. Sebelumnya, bisnis fesyen rintisan ibu empat anak itu dinamai Supreme Stitches. Akakija sukses mengembangkan rangkaian pakaian haute lewat brand tersebut dan telah dipakai para wanita di seluruh dunia.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Tri Adi

Video Pilihan


Close [X]
×