kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.735   -83,00   -0,47%
  • IDX 6.308   300,71   5,01%
  • KOMPAS100 841   47,33   5,96%
  • LQ45 631   33,94   5,68%
  • ISSI 215   9,04   4,39%
  • IDX30 357   18,00   5,31%
  • IDXHIDIV20 437   19,46   4,66%
  • IDX80 95   5,30   5,91%
  • IDXV30 117   4,13   3,65%
  • IDXQ30 115   5,50   5,04%

Wanita terkaya di Afrika dari fesyen dan eksplorasi minyak (1)


Kamis, 07 Maret 2019 / 09:00 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tri Adi

Ia merintis Supreme Stitches sejak tahun 1980-an sebagai label mode Nigeria premium yang melayani secara eksklusif untuk pelanggan kelas atas. Bisnis ini berkembang pesat dan Alakija cepat meraup keuntungan dengan menjual pakaian Nigeria kelas atas kepada istri-istri modis petinggi militer dan sosialita lain.

Klien utama Supreme Stitches adalah istri Ibrahim Badamasi Babangida yakni diktator militer dan Kepala Negara Nigeria yang berkuasa sejak tahun 1985-1993. Setelah berubah nama menjadi Sharon House of Fashion, klien-klien Akakija terus bertambah dan bahkan terkenal di dunia.

Alakija memulai kariernya pada tahun 1974 sebagai sekretaris eksekutif di Sijuade Enterprises Nigeria setelah menamatkan pendidikan kesekretarisan di Pitman's Central College, London. Di sana, dia bekerjasama selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan mendirikan bisnis fashion sendiri.

Berbekal kesukaan pada fesyen, Alakija memutuskan belajar desain fashion di American College, London dan Central School of Fashion dan kemudian merintis Supreme Stitches. Lewat brand tersebut, Alakija telah mempromosikan budaya Nigeria melalui mode dan gaya.

Setelah sukses mengembangkan fesyen, dia kemudian ekspansi ke percetakan dan juga mencatatkan kesuksesan yang sama. Tak berhenti di situ, perempuan kulit hitam tersebut ingin mencoba bisnis yang baru.

Walaupun tak mempunyai latarbelakang pendidikan bisnis dan pertambangan, Alakija memutuskan terjun ke bisnis eksplorasi bisnis pada tahun 1993 setelah mengajukan permohonan alokasi lisensi prospeksi minyak (OPL).

Berbekal lisensi itu dan pergaulan banyak kalangan atas terutama istri-istri militer, dia mendapat izin eksplorasi minyak di blok seluas 617.000 hektare. Blok tersebut sekarang disebut OPL 216.

Kerja keras dan pergaulan yang luas tersebut berhasil membuat Alakija menjadi miliarder. Keberhasilannya itu juga didukung oleh suaminya yang berprofesi sebagai pengacara.

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×