kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Warren Buffett Mundur, Howard dan Greg Abel Jaga Arah Berkshire Hathaway


Sabtu, 19 September 2026 / 14:04 WIB
Warren Buffett Mundur, Howard dan Greg Abel Jaga Arah Berkshire Hathaway
ILUSTRASI. Warren Buffett resmi meninggalkan kursi ketua Berkshire Hathaway. Greg Abel memimpin bisnis, sementara Howard Buffett menjaga budaya perusahaan. / ( REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkshire Hathaway memasuki babak baru setelah Warren Buffett resmi melepas posisi ketua perusahaan. 

Untuk pertama kalinya, konglomerasi senilai sekitar US$ 1,1 triliun itu harus berjalan tanpa Buffett sebagai pengambil keputusan sekaligus tempat konsultasi utama.

Tongkat estafet operasional telah lebih dulu diberikan kepada Greg Abel yang menjadi CEO Berkshire Hathaway sejak Januari 2026. Kini, peran menjaga budaya dan nilai-nilai yang dibangun Buffett selama puluhan tahun dipercayakan kepada putra sulungnya, Howard Buffett.

Howard Buffett, 71 tahun, akan menjabat sebagai ketua non-eksekutif, sementara Warren Buffett menjadi ketua emeritus. 

Baca Juga: Warren Buffett Mundur dari Kursi Ketua Berkshire Hathaway, Digantikan Putranya

Peran tersebut membuat Howard tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis sehari-hari, tetapi bertanggung jawab memastikan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi ciri khas Berkshire tetap terjaga.

Perubahan ini menjadi tahap penting dalam suksesi Berkshire Hathaway. Sejumlah investor dan analis melihat keberadaan Abel dan Howard dapat memberikan kesinambungan, sekaligus menjaga agar perusahaan tidak mengalami perubahan arah secara drastis setelah era Warren Buffett berakhir.

"Langkah ini benar-benar tentang kesinambungan," ujar Michael Withers, profesor manajemen di sekolah bisnis Universitas Notre Dame.

Abel sendiri bukan orang baru di lingkungan Berkshire. Ia bergabung pada 2000 ketika Berkshire mengakuisisi MidAmerican Energy dan masuk dalam jajaran kepemimpinan perusahaan pada 2018. 

Sementara itu, Howard telah menjadi anggota dewan direksi Berkshire sejak 1993.

Baca Juga: Greg Abel Tancap Gas, Berkshire Hathaway Investasi Rp300 Triliun dalam Dua Hari

Warren Buffett sebelumnya telah memberikan gambaran mengenai fungsi Howard dalam struktur kepemimpinan baru Berkshire. Dalam surat kepada pemegang saham, Buffett menyebut putranya sebagai semacam "polis asuransi" bagi pemegang saham yang diharapkan tidak perlu digunakan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa peran Howard bukan untuk mengambil alih pekerjaan Abel sebagai CEO. Fokusnya lebih pada pengawasan terhadap budaya korporasi dan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi fondasi Berkshire.

Di antaranya adalah struktur perusahaan yang relatif sederhana, minim birokrasi, orientasi jangka panjang, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham dan manajer, serta keterbukaan dalam menyampaikan kabar buruk.

Howard sendiri menggambarkan prinsip tersebut sebagai sesuatu yang sederhana. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Januari 2025, ia mengatakan budaya Berkshire adalah melakukan apa yang perlu dilakukan tanpa melakukan terlalu banyak hal yang tidak diperlukan.

Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway

Peran itu menjadi penting karena Berkshire kini mengelola bisnis yang sangat beragam, mulai dari perusahaan kereta api BNSF, perusahaan asuransi Geico, bisnis energi, industri dan ritel hingga portofolio saham perusahaan besar seperti American Express, Apple dan Coca-Cola.

Ujian bagi Abel dan Howard

Di sisi operasional, Abel memiliki ruang yang cukup besar untuk menentukan arah Berkshire ke depan. 

Posisi kas perusahaan mencapai US$ 364,7 miliar per 30 Juni, mendekati rekor, sehingga memberikan fleksibilitas untuk melakukan akuisisi, membeli kembali saham Berkshire maupun menentukan kebijakan modal lainnya.

Warren Buffett dalam surat terbarunya juga menyatakan Abel telah melampaui ekspektasinya yang sangat tinggi.

Namun, transisi ini bukan tanpa tantangan. Howard belum pernah memimpin perusahaan publik atau terlibat dalam pengelolaan operasional perusahaan sebesar Berkshire.

Baca Juga: Kinerja Greg Abel Jadi Sorotan Jelang Rapat Tahunan Berkshire 2 Mei 2026

Cathy Seifert, analis CFRA Research, menilai minimnya pengalaman manajerial Howard menjadi salah satu kelemahan dalam rencana suksesi Berkshire. Menurut dia, pewaris dalam sejumlah dinasti bisnis biasanya telah terlibat langsung dalam kegiatan operasional perusahaan.

Meski demikian, Howard telah berada di lingkungan Berkshire selama lebih dari tiga dekade. 

Pengalaman tersebut, ditambah keberadaan jajaran direksi dan manajemen yang berpengalaman, dinilai dapat membantu mengurangi masa penyesuaian setelah Warren Buffett tidak lagi menjalankan fungsi manajemen.

Warren Buffett sendiri masih memiliki lebih dari 13% saham Berkshire dan sekitar 30% hak suara. Namun, kepemilikannya akan terus berkurang seiring saham tersebut didistribusikan kepada yayasan yang dikelola anak-anaknya.

Dengan demikian, pengaruh Warren Buffett mungkin belum langsung hilang dari Berkshire. Namun, tanggung jawab untuk menerjemahkan warisan tersebut ke dalam keputusan perusahaan kini berada di tangan Greg Abel dan Howard Buffett.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Menata Masa Depan Tanpa Warren Buffett

Bagi Berkshire, tantangan berikutnya bukan sekadar meneruskan bisnis yang telah dibangun Warren Buffett sejak 1965, tetapi mempertahankan prinsip yang membuat perusahaan tersebut berkembang sambil menghadapi kondisi pasar yang terus berubah.

"Ini adalah wilayah baru," ujar Tom Russo, investor lama Berkshire.




TERBARU

[X]
×