CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Wikipedia Tolak Mentah-mentah Perintah Rusia untuk Hapus Informasi Perang Ukraina


Selasa, 14 Juni 2022 / 05:59 WIB
Wikipedia Tolak Mentah-mentah Perintah Rusia untuk Hapus Informasi Perang Ukraina
ILUSTRASI. Wikipedia, telah mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan Moskow yang menuntut agar mereka menghapus informasi terkait invasi Rusia ke Ukraina. REUTERS/Alexander Ermochenko


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Wikimedia Foundation, perusahaan yang memiliki Wikipedia, telah mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan Moskow yang menuntut agar mereka menghapus informasi terkait invasi Rusia ke Ukraina. Mereka beralasan bahwa orang memiliki hak untuk mengetahui fakta perang.

Melansir Reuters, pengadilan Moskow menjatuhkan sanksi denda kepada Wikimedia Foundation sebesar 5 juta rubel (US$ 88.000) atau setara dengan Rp 1,3 miliar karena menolak menghapus apa yang disebut disinformasi dari artikel Wikipedia berbahasa Rusia tentang perang termasuk "Invasi Rusia ke Ukraina", "Kejahatan Perang selama Invasi Rusia ke Ukraina" dan "Pembantaian di Bucha".

"Keputusan ini menyiratkan bahwa sumber yang baik, pengetahuan terverifikasi di Wikipedia yang tidak konsisten dengan akun pemerintah Rusia merupakan disinformasi," jelas Stephen LaPorte, Associate General Counsel di Wikimedia Foundation, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Wikipedia adalah salah satu dari sedikit sumber informasi berbahasa Rusia yang diperiksa otoritas Rusia setelah tindakan keras terhadap media di Moskow.

Baca Juga: Rusia Kantongi US$ 98 miliar dari Ekspor Bahan Bakar Fosil Selama Perang di Ukraina

"Pemerintah menargetkan informasi yang vital bagi kehidupan masyarakat di masa krisis," kata LaPorte. 

Dia menambahkan, "Kami mendesak pengadilan untuk mempertimbangkan kembali dan mendukung hak setiap orang atas akses pengetahuan dan kebebasan berekspresi."

Pengadilan Moskow berpendapat bahwa apa yang disebut sebagai disinformasi di Wikipedia menimbulkan risiko bagi ketertiban umum di Rusia dan Wikimedia. 

Wikimedia dituntut di bawah undang-undang tentang kegagalan untuk menghapus informasi yang dilarang. Kasus ini dibawa oleh regulator komunikasi Rusia Roskomnadzor, yang tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang Wikipedia.

Saat mengajukan banding, Wikipedia berpendapat bahwa menghapus informasi adalah pelanggaran hak asasi manusia. Dikatakan Rusia tidak memiliki yurisdiksi atas Wikimedia Foundation, yang tersedia secara global dalam lebih dari 300 bahasa.

Baca Juga: Gawat, Persenjataan Nuklir Global Tumbuh untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dingin

Entri Wikipedia ditulis dan diedit oleh sukarelawan.

Narasi perang, invasi darat terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua, sangat bervariasi dan kerap dipolitisasi di mana jurnalis di Moskow dan Barat yang secara rutin dituduh salah melaporkan kondisi perang.

Ukraina mengatakan, pihaknya adalah korban perampasan tanah gaya kekaisaran yang tidak beralasan oleh Rusia dan akan berjuang sampai akhir untuk merebut kembali wilayah yang telah diduduki pasukan Rusia. Kyiv telah berulang kali meminta bantuan Barat untuk memerangi Rusia.

Presiden Vladimir Putin dan pejabat Rusia tidak menggunakan kata "perang" atau "invasi". Mereka menyebutnya sebagai "operasi militer khusus" yang bertujuan untuk mencegah penganiayaan terhadap penutur bahasa Rusia di Ukraina timur.

Putin juga mengatakan konflik tersebut adalah titik balik dalam sejarah Rusia: pemberontakan Moskow melawan Amerika Serikat, yang menurutnya telah mempermalukan Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1991 dan mendorong untuk memperbesar aliansi militer NATO.

Ukraina dan pendukung Baratnya menyangkal klaim Moskow bahwa penutur bahasa Rusia dianiaya. Kyiv mengatakan pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan di tempat-tempat seperti Bucha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×