kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.725   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.431   60,77   0,95%
  • KOMPAS100 853   9,89   1,17%
  • LQ45 645   9,77   1,54%
  • ISSI 230   1,64   0,72%
  • IDX30 368   6,14   1,70%
  • IDXHIDIV20 454   6,82   1,52%
  • IDX80 98   1,16   1,20%
  • IDXV30 125   0,45   0,36%
  • IDXQ30 119   2,15   1,84%

Xi Jinping: Epidemi corona belum capai puncak


Minggu, 23 Februari 2020 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping mengatakan epidemi virus corona belum mencapai puncaknya meskipun terjadi penurunan jumlah infeksi setiap hari.


Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang wabah ini meski jumlah kasus di China mulai turun. Sebab, kasus infeksi virus corona terus meningkat di negara lain.

Meski kasus di China turun, jumlah kasus infeksi corona meningkat di tempat lain, dengan wabah yang memburuk di Korea Selatan, Iran, Italia, dan Lebanon.

Baca Juga: Terjadi lagi, pasien virus corona kembali masuk rumah sakit setelah dinyatakan sembuh

Di Korea Selatan, pihak berwenang mengatakan pada Sabtu (22/2), jumlah kasus infeksi baru virus corona naik dua kali lipat menjadi 433 kasus, dan dapat meningkat secara signifikan karena lebih dari 1.000 orang yang menghadiri acara di sebuah gereja yang menjadi pusat wabah melaporkan gejala mirip flu.

WHO menyambut baik penurunan dalam kasus-kasus baru di Tiongkok, tetapi prihatin dengan jumlah kasus infeksi baru di tempat lain yang tidak memiliki hubungan jelas dengan China seperti riwayat perjalanan atau kontak penderita COVID-19 yang dikonfirmasi.

“Kekhawatiran terbesar kami terus menjadi potensi corona (COVID-19) untuk menyebar di negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah,” kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kasus corona Singapura, ada yang terkait pertemuan bisnis di hotel




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×