kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Xi Jinping: Epidemi corona belum capai puncak


Minggu, 23 Februari 2020 / 10:20 WIB
Xi Jinping: Epidemi corona belum capai puncak
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping mengatakan epidemi virus corona belum mencapai puncaknya meskipun terjadi penurunan jumlah infeksi setiap hari.

Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China melaporkan penurunan tajam kasus kematian akibat virus corona pada Sabtu (22/2). Namun, Presiden China Xi Jinping mengatakan epidemi virus corona belum mencapai puncaknya meskipun terjadi penurunan jumlah infeksi setiap hari.

Reuters melaporkan, China melaporkan 397 kasus baru infeksi virus corona pada Jumat (21/2), turun dari 889 kasus di sehari sebelumnya.

Xi Jinping mengingatkan kendati terjadi penurunan, situasi di Hubei yang menjadi pusat wabah corona masih serius.  

Baca Juga: WHO: Kekhawatiran terbesar, corona menyebar ke negara dengan sistem kesehatan lemah

"Pertempuran untuk mempertahankan provinsi Hubei dan Wuhan harus diperjuangkan dengan baik, dan langkah-langkah harus diambil untuk menahan penyebaran wabah," kata Xi Jinping pada pertemuan Politbiro Partai Komunis seperti dilansir South China Morning Post.

Pertemuan Politbiro itu juga merumuskan langkah-langkah pencegahan harus dilakukan China

He Ping, direktur administrasi penjara di Kementerian Kehakiman China, mengatakan pada hari Jumat bahwa di provinsi Hubei, ada 230 kasus yang dikonfirmasi di Penjara Wanita Wuhan, 41 dikonfirmasi dan sembilan kasus yang diduga di Penjara Hanjin, dan satu kasus di penjara anak di bawah umur.

Di provinsi Shandong, ada 200 kasus yang dikonfirmasi, dan 10 diduga di Penjara Rencheng, dan di 34 kasus yang dikonfirmasi di Penjara Shilifeng provinsi Zhejiang.

Dia menambahkan kasus-kasus corona diimpor ke penjara, dan tidak ada kematian dalam tahanan karena virus. Narapidana dengan penyakit itu masuk ke ruang isolasi untuk perawatan.

Sejauh ini, terdapat sekitar 2.236 kematian di daratan China akibat virus corona dan 75.465 kasus infeksi.

Baca Juga: Makin mewabah di Italia, dua orang dilaporkan tewas akibat virus corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang wabah ini meski jumlah kasus di China mulai turun. Sebab, kasus infeksi virus corona terus meningkat di negara lain.

Meski kasus di China turun, jumlah kasus infeksi corona meningkat di tempat lain, dengan wabah yang memburuk di Korea Selatan, Iran, Italia, dan Lebanon.

Baca Juga: Terjadi lagi, pasien virus corona kembali masuk rumah sakit setelah dinyatakan sembuh

Di Korea Selatan, pihak berwenang mengatakan pada Sabtu (22/2), jumlah kasus infeksi baru virus corona naik dua kali lipat menjadi 433 kasus, dan dapat meningkat secara signifikan karena lebih dari 1.000 orang yang menghadiri acara di sebuah gereja yang menjadi pusat wabah melaporkan gejala mirip flu.

WHO menyambut baik penurunan dalam kasus-kasus baru di Tiongkok, tetapi prihatin dengan jumlah kasus infeksi baru di tempat lain yang tidak memiliki hubungan jelas dengan China seperti riwayat perjalanan atau kontak penderita COVID-19 yang dikonfirmasi.

“Kekhawatiran terbesar kami terus menjadi potensi corona (COVID-19) untuk menyebar di negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah,” kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kasus corona Singapura, ada yang terkait pertemuan bisnis di hotel



TERBARU

[X]
×