kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

'Xi Jinping ganggu Taipei untuk alihkan perhatian dari masalah domestik'


Kamis, 13 Agustus 2020 / 08:05 WIB
ILUSTRASI. Jet tempur J-10 dari tim aerobatik militer Tiongkok tampil saat latihan, menjelang parade militer Hari Pakistan di Islamabad, Pakistan 18 Maret 2019. REUTERS / Akhtar Soomro


Sumber: Al Jazeera,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Dua jet China terbang sebentar melintasi "garis tengah" Selat Taiwan - perbatasan de facto antara China dan Taiwan - pada Senin (10/8/2020) pagi.

Reuters memberitakan, menurut Angkatan Udara Taiwan dalam pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan, pesawat itu dilacak oleh rudal anti-pesawat Taiwan yang berbasis di darat dan "diusir" oleh pesawat Taiwan yang berpatroli.

Unjuk kekuatan terjadi setelah China mengutuk kunjungan tersebut di tengah hubungan yang memburuk antara Beijing dan AS dalam beberapa waktu terakhir. 

Baca Juga: AS sambangi Taiwan, China beri peringatan: Mereka yang bermain api akan terbakar

Menurut media lokal yang dilansir Al jazeera, misi serupa telah memasuki wilayah udara dan perairan Taiwan setidaknya 20 kali di sepanjang tahun ini.

Sementara Taipei tidak diharuskan untuk mengungkapkan secara terbuka setiap pertemuan militer dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu memperingatkan pada bulan Juli bahwa Beijing mungkin bersiap untuk "menyelesaikan masalah Taiwan" yang dapat diartikan sebagai langkah untuk mengambil kendali atas pulau itu.

Baca Juga: Kunjungi Taiwan, China peringatkan Amerika Serikat untuk tidak bermain api

Al Jazeera memberitakan, Presiden China Xi Jinping tidak mengesampingkan kekerasan dalam merebut Taiwan, sebuah negara demokrasi dengan 23 juta orang yang diklaim oleh Partai Komunis Beijing sebagai miliknya meskipun tidak pernah memerintah pulau itu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×