kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Xi Jinping: Tiongkok Akan Perluas Akses Pasar di Industri Jasa


Minggu, 03 September 2023 / 06:07 WIB
Xi Jinping: Tiongkok Akan Perluas Akses Pasar di Industri Jasa
ILUSTRASI. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan pada Sabtu (2/9), Tiongkok akan memperluas akses pasar di industri jasa dan mempromosikan perdagangan jasa lintas batas.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING/SHANGHAI. China terus berupaya mendongkrak lagi perekonomiannya. Terbaru, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan pada Sabtu (2/9), Tiongkok akan memperluas akses pasar di industri jasa dan mempromosikan perdagangan jasa lintas batas.

Seperti dikutip Reuters, berbicara melalui video di Pameran Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok (CIFTIS) di Beijing, Xi mengatakan, Tiongkok akan fokus pada perluasan pasar domestik, meningkatkan impor jasa berkualitas tinggi, dan mereformasi sistem data dasar negara tersebut.

Pernyataan tersebut muncul ketika perdagangan Tiongkok merosot dalam beberapa bulan terakhir akibat melemahnya permintaan.

Ini mengancam prospek pemulihan ekonomi China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, sehingga mendorong para pemimpin China untuk memperkenalkan dukungan kebijakan lebih lanjut.

Xi mengatakan China akan mendorong pengembangan terpadu antara manufaktur kelas atas dan industri jasa modern.

Baca Juga: Xi Jinping Dikabarkan Tak Akan Hadiri KTT G20 di India

Sebelumya, pada Selasa (22/8/2023), Xi mengatakan kepada kelompok BRICS bahwa ekonomi China tangguh dan fundamental untuk pertumbuhan jangka panjangnya tetap tidak berubah.

Xi membuat pernyataan tersebut dalam pernyataan yang disiapkan yang dibacakan oleh Menteri Perdagangan China Wang Wentao di sebuah forum bisnis.

“Perekonomian China memiliki ketahanan yang kuat, potensi yang luar biasa, dan vitalitas yang besar,” kata Xi melalui Wang.

Pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah kehilangan tenaga karena kemerosotan sektor properti yang memburuk, belanja konsumen yang lemah dan jatuhnya pertumbuhan kredit. Kondisi ini menambah kasus bagi otoritas untuk merilis lebih banyak stimulus kebijakan.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×