kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Yen Menguat Tajam, Intervensi Otoritas Jepang Tekan Dolar AS


Jumat, 01 Mei 2026 / 15:25 WIB
Yen Menguat Tajam, Intervensi Otoritas Jepang Tekan Dolar AS
ILUSTRASI. Yen Jepang melonjak tajam setelah intervensi, memukul Dolar AS. Kalkulasi terbaru menunjukkan spekulasi pasar masih tinggi, waspadai potensi gejolak berikutnya. (Masahiro Sugimoto/The Yomiuri Shimbun via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar yen Jepang melonjak tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (1/5), sehari setelah otoritas di Tokyo diyakini melakukan intervensi untuk menopang mata uang domestik.

Dalam perdagangan terbaru, dolar AS sempat turun hingga 0,66% ke level terendah sesi di 155,60 yen, dari posisi sebelumnya di 157,12 yen. Penguatan yen ini melanjutkan tren kenaikan signifikan yang terjadi sehari sebelumnya.

Pada Kamis, yen tercatat melonjak hingga 3% setelah adanya aliran pembelian besar yang diduga berasal dari intervensi resmi pemerintah Jepang. Pergerakan tersebut mendorong dolar AS turun drastis dari sekitar 158,3 yen ke 155,5 yen hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Sejumlah laporan, termasuk dari Reuters, menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan aksi intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing.

Meski demikian, penyebab pasti penguatan yen pada Jumat belum dapat dipastikan. Para analis menilai pasar kini berada dalam kondisi waspada tinggi terhadap potensi pergerakan tajam, menyusul intervensi yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Iran Tegaskan Siap Gempur Balik Jika AS Kembali Menyerang

Pejabat tinggi diplomasi mata uang Jepang, Atsushi Mimura, menyatakan bahwa spekulasi di pasar masih sangat tinggi. Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal tegas bahwa pemerintah siap kembali melakukan intervensi jika diperlukan, hanya beberapa jam setelah aksi sebelumnya untuk mendukung yen yang telah melemah sekitar 5% dalam tiga bulan terakhir.

Hingga saat ini, Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan komentar resmi terkait pergerakan terbaru di pasar valuta asing.

Jeremy Stretch, Kepala Strategi Valuta Asing G10 di CIBC Capital Markets, menilai kondisi likuiditas pasar yang tipis turut memperbesar volatilitas. “Likuiditas yang rendah dan meningkatnya kekhawatiran pasar setelah pergerakan kemarin membuat pasangan dolar/yen rentan terhadap volatilitas,” ujarnya.

Baca Juga: Sekjen PBB Tegaskan Iuran AS kepada PBB Wajib Dibayar, Tak Bisa Dinegosiasikan

Ia menambahkan, setiap pergerakan signifikan pada yen akan memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar terkait faktor pendorongnya, terutama setelah adanya peringatan dari otoritas Jepang.

Perbedaan suku bunga yang lebar antara Amerika Serikat dan Jepang juga menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang. Selain itu, ekspektasi penurunan volume perdagangan menjelang periode libur panjang semakin meningkatkan kewaspadaan otoritas terhadap potensi serangan spekulatif yang agresif di pasar valuta asing.

Kondisi ini menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar yen masih menjadi perhatian utama pemerintah Jepang, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×