kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Yen Stabil, Dolar Bergerak Terbatas Jelang Simposium Jackson Hole


Kamis, 27 Agustus 2026 / 15:12 WIB
Yen Stabil, Dolar Bergerak Terbatas Jelang Simposium Jackson Hole
ILUSTRASI. Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) cenderung terbatas pada Kamis (27/8/2026), menjelang simposium Jackson Hole (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) cenderung terbatas pada Kamis (27/8/2026), menjelang simposium Jackson Hole. Sementara itu, yen Jepang bertahan stabil setelah pejabat Bank of Japan (BOJ) tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan depan, meski belum memberikan sinyal yang tegas.

Mengutip Reuters, euro menguat 0,05% terhadap dolar AS menjadi US$ 1,1655. Poundsterling Inggris melemah tipis 0,05% ke US$ 1,3586, sedangkan dolar Australia naik 0,18% menjadi US$ 0,718.

Yen Jepang relatif stabil di level 159,30 per dolar AS. Pergerakan yen tidak banyak berubah setelah Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino menyatakan bahwa kenaikan suku bunga secara tepat waktu dapat membantu mencegah lonjakan inflasi yang berpotensi memaksa bank sentral melakukan pengetatan kebijakan secara mendadak di kemudian hari.

Namun, Himino tidak menggunakan bahasa yang sama seperti menjelang rapat BOJ pada Januari 2025 yang ketika itu memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga melalui pidato dan konferensi pers.

Pelaku pasar sebelumnya mencari petunjuk mengenai peluang kenaikan suku bunga BOJ pada September, termasuk skala dan kecepatan pengetatan kebijakan moneter selanjutnya. Broker pasar uang Totan Tanshi memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BOJ bulan depan mencapai 86%.

Baca Juga: Nvidia Ramal Pendapatan Melonjak 70% Berkat Booming AI

Analis pasar Matsui Securities Sho Suzuki mengatakan pernyataan Himino menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap risiko kenaikan harga.

"Dia memang menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko kenaikan harga ... hal itu kemungkinan membuat pasar menyimpulkan bahwa pernyataannya tidak terlalu dovish," kata Suzuki.

Namun, menurut dia, tidak adanya sinyal yang jelas membuat yen masih berpotensi kembali mengalami tekanan.

"Namun, tidak adanya sinyal yang jelas berarti ada kemungkinan yen kembali berada di bawah tekanan," ujarnya.

Suzuki menambahkan, absennya sinyal tegas tersebut tidak serta-merta berarti ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ pada September akan menurun. Pasar masih akan mencermati pernyataan anggota dewan BOJ menjelang pertemuan yang dijadwalkan pada 17-18 September mendatang.

Indeks dolar stabil

Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang utama termasuk yen dan euro, berada di level 99,13. Posisi tersebut stabil setelah indeks memangkas penguatan dari level tertinggi dalam delapan hari.

Perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi AS. Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) meningkat 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli 2026.

Angka tersebut tidak berubah dibandingkan Juni dan sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,6%.

Secara bulanan, indeks PCE naik 0,2%. Kenaikan tersebut lebih tinggi dari perkiraan 0,1%, setelah pada Juni indeks PCE justru turun 0,1%.

Data inflasi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun masih tetap terbuka.

Ekonom Westpac Ryan Wells menilai pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole akan menjadi perhatian utama pasar.

"Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole akan menjadi ujian utama," kata Wells dalam catatannya.

Simposium Jackson Hole dijadwalkan dimulai pada Kamis waktu setempat dan menjadi salah satu agenda penting yang dinantikan investor untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS.

Won Korea Selatan menguat

Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,39% terhadap dolar AS menjadi 1.379,9 won per dolar setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,00%.

Baca Juga: Aturan Baru Nuklir India Bisa Hambat Investasi Asing dan Teknologi Reaktor

Kenaikan tersebut merupakan peningkatan suku bunga untuk dua kali berturut-turut.

Dolar Kanada relatif stabil di level 1,388 dolar Kanada per dolar AS. Pergerakan mata uang tersebut turut menjadi perhatian setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa sudah waktunya memberikan pelajaran kepada Kanada terkait kebijakan negara tersebut.

Trump mengatakan, "Sudah waktunya mengajarkan kepada Kanada bahwa Anda tidak bisa terus melakukan ini lagi," hanya beberapa hari setelah perundingan perdagangan antara AS dan Kanada terhenti.

Bitcoin dan Ether menguat

Di pasar aset kripto, bitcoin tercatat naik 0,26% menjadi US$ 78.640,95. Sementara itu, ether menguat 0,46% menjadi US$ 2.483,27, meski memangkas sebagian penguatan yang sempat dicapai sebelumnya.

Pergerakan mata uang dan aset kripto global pada Kamis masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan bank sentral utama, khususnya arah suku bunga The Fed dan BOJ.

Bagi pasar, sinyal dari pejabat bank sentral menjadi semakin penting karena investor berupaya memperkirakan arah suku bunga global di tengah perkembangan inflasi dan ketidakpastian ekonomi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×