kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Kudeta Turki, AS pertimbangkan ekstradisi Gulen


Minggu, 17 Juli 2016 / 10:50 WIB


Sumber: voaindonesia | Editor: Yudho Winarto

ULAMA Turki, Fethullah Gulen (75 tahun), yang kini tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania, AS, dituduh Presiden Turki mendalangi kudeta militer yang gagal.

Pemerintahan Obama akan mempertimbangkan permohonan ekstradisi bagi seorang ulama Turki yang berbasis di Amerika yang dituduh Presiden Turki mendalangi kudeta yang gagal, kata Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Sabtu (16/7).

Namun, Kerry mengatakan pemerintah Turki harus membuktikan kesalahan Fethullah Gulen.

Dalam kunjungan di Luxembourg, Kerry mengatakan Turki belum memohon agar Amerika Serikat memulangkan Gulen, yang meninggalkan Turki tahun 1999.

Gulen telah mengutuk keras usaha kudeta oleh para perwira militer yang mengakibatkan ledakan, pertempuran udara dan tembak-menembak semalaman yang menewaskan puluhan orang. Tetapi pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menuduh ulama itu mendalangi kekecauan tersebut.

Ulama Turki, Fethullah Gulen, tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania dan mempromosikan falsafah yang menggabung bentuk Islam mistik dengan pembelaan kuat demokrasi, pendidikan, ilmu, dan dialog antar-agama.

Erdogan telah lama menuduh Gulen, seorang bekas sekutunya, berusaha menggulingkan pemerintah. Washington belum pernah mendapati bukti apa pun yang kuat sebelumnya




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×