kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kudeta Turki, AS pertimbangkan ekstradisi Gulen


Minggu, 17 Juli 2016 / 10:50 WIB


Sumber: voaindonesia | Editor: Yudho Winarto

ULAMA Turki, Fethullah Gulen (75 tahun), yang kini tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania, AS, dituduh Presiden Turki mendalangi kudeta militer yang gagal.

Pemerintahan Obama akan mempertimbangkan permohonan ekstradisi bagi seorang ulama Turki yang berbasis di Amerika yang dituduh Presiden Turki mendalangi kudeta yang gagal, kata Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Sabtu (16/7).

Namun, Kerry mengatakan pemerintah Turki harus membuktikan kesalahan Fethullah Gulen.

Dalam kunjungan di Luxembourg, Kerry mengatakan Turki belum memohon agar Amerika Serikat memulangkan Gulen, yang meninggalkan Turki tahun 1999.

Gulen telah mengutuk keras usaha kudeta oleh para perwira militer yang mengakibatkan ledakan, pertempuran udara dan tembak-menembak semalaman yang menewaskan puluhan orang. Tetapi pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menuduh ulama itu mendalangi kekecauan tersebut.

Ulama Turki, Fethullah Gulen, tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania dan mempromosikan falsafah yang menggabung bentuk Islam mistik dengan pembelaan kuat demokrasi, pendidikan, ilmu, dan dialog antar-agama.

Erdogan telah lama menuduh Gulen, seorang bekas sekutunya, berusaha menggulingkan pemerintah. Washington belum pernah mendapati bukti apa pun yang kuat sebelumnya




TERBARU

[X]
×