kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Kudeta Turki, AS pertimbangkan ekstradisi Gulen


Minggu, 17 Juli 2016 / 10:50 WIB


Sumber: voaindonesia | Editor: Yudho Winarto

ULAMA Turki, Fethullah Gulen (75 tahun), yang kini tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania, AS, dituduh Presiden Turki mendalangi kudeta militer yang gagal.

Pemerintahan Obama akan mempertimbangkan permohonan ekstradisi bagi seorang ulama Turki yang berbasis di Amerika yang dituduh Presiden Turki mendalangi kudeta yang gagal, kata Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Sabtu (16/7).

Namun, Kerry mengatakan pemerintah Turki harus membuktikan kesalahan Fethullah Gulen.

Dalam kunjungan di Luxembourg, Kerry mengatakan Turki belum memohon agar Amerika Serikat memulangkan Gulen, yang meninggalkan Turki tahun 1999.

Gulen telah mengutuk keras usaha kudeta oleh para perwira militer yang mengakibatkan ledakan, pertempuran udara dan tembak-menembak semalaman yang menewaskan puluhan orang. Tetapi pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menuduh ulama itu mendalangi kekecauan tersebut.

Ulama Turki, Fethullah Gulen, tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania dan mempromosikan falsafah yang menggabung bentuk Islam mistik dengan pembelaan kuat demokrasi, pendidikan, ilmu, dan dialog antar-agama.

Erdogan telah lama menuduh Gulen, seorang bekas sekutunya, berusaha menggulingkan pemerintah. Washington belum pernah mendapati bukti apa pun yang kuat sebelumnya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×