kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Shell Optimistis, Permintaan LNG Global Bakal Meningkat 85% di Tahun 2050


Senin, 16 Maret 2026 / 19:25 WIB
Shell Optimistis, Permintaan LNG Global Bakal Meningkat 85% di Tahun 2050
ILUSTRASI. Shell (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Permintaan global untuk gas alam cair (LNG) diperkirakan akan meningkat 54%-68% pada 2040 dan 45%-85% pada 2050 dari tahun 2025 sebanyak 422 juta metrik ton. Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang terus tumbuh dari Asia, menurut Shell, perusahaan perdagangan LNG terbesar di dunia, pada Senin (16/3).

Setahun lalu, Shell memperkirakan permintaan LNG global akan mencapai 630 juta hingga 718 juta metrik ton per tahun pada 2040. Kini, Shell mempersempit perkiraan untuk 2040 menjadi 650 juta hingga 710 juta metrik ton per tahun, dan memperluas perkiraannya hingga 2050 dengan kisaran 610 juta hingga 780 juta metrik ton per tahun. Shell berencana meningkatkan penjualan LNG sebesar 4%-5% per tahun.

Shell menambahkan bahwa angka ini belum final karena konflik di Iran yang mengganggu perdagangan minyak dan LNG.

Baca Juga: Ekspor Gandum Rusia Melalui Jalur Laut Melonjak 32,9% pada Februari 2026

Dalam Rapat Umum Tahunan Shell 2025, investor aktivis iklim ACCR, yang tergabung dalam kelompok pemegang saham dengan total aset US$ 86 miliar, mendapatkan dukungan sekitar 21% untuk resolusi yang mempertanyakan perkiraan permintaan LNG Shell.

Para pemegang saham, termasuk Brunel Pension Partnership, Greater Manchester Pension Fund, dan Merseyside Pension Fund, meminta Shell menjelaskan lebih rinci bagaimana asumsi pertumbuhan perusahaan sejalan dengan permintaan energi global dan rencana mencapai net zero pada 2050.

Dalam tanggapannya, Shell membela strategi LNG mereka. Perusahaan ini menekankan bahwa gas  ini akan menjadi bahan bakar penyeimbang penting dalam sistem energi masa depan, dan proyek-proyek LNG mereka kompetitif dari sisi biaya dan emisi.

Shell juga menyebutkan bahwa konsumsi gas global mungkin mencapai puncaknya pada 2030-an, bahkan sudah mencapai puncak di beberapa wilayah seperti Eropa dan Jepang. Namun, permintaan LNG tetap diperkirakan meningkat, terutama di Asia, yang diproyeksikan menyumbang 70% dari pertumbuhan LNG hingga 2040. Secara keseluruhan, LNG akan menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan permintaan gas alam global hingga 2040.

Nick Mazan, Kepala Strategi Minyak dan Gas ACCR, mengatakan pernyataan Shell belum cukup menjelaskan bagaimana LNG bisa bersaing dengan sumber energi lain seperti energi terbarukan dalam hal harga dan emisi.

Ia juga memperingatkan bahwa krisis geopolitik yang menyebabkan lonjakan harga LNG dapat menurunkan permintaan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×