kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

10 Negara Berkembang Ini Menghadapi Krisis Utang Akut


Kamis, 06 April 2023 / 07:08 WIB
ILUSTRASI. Jumlah negara berkembang yang menghadapi krisis utang mencapai rekor. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

9. UKRAINA

Ukraina baru saja menerima pinjaman tahap pertama sebesar US$ 2,7 miliar di bawah program pinjaman IMF senilai US$ 15,6 miliar selama empat tahun. Ini adalah bagian dari paket bantuan global yang lebih besar senilai US$ 115 miliar.

Negara ini menangguhkan semua pembayaran utang tahun lalu setelah invasi Rusia, dan akan perlu merestrukturisasi pinjamannya jika dan ketika situasinya stabil.

IMF memperkirakan Ukraina membutuhkan sekitar US$ 3 - US$ 4 miliar per bulan untuk menjaga agar negara ini tetap berjalan. Menurut laporan terbaru dari Bank Dunia, membangun kembali perekonomian Ukraina sekarang diperkirakan akan memakan biaya US$ 411 miliar.

10. ZAMBIA

Sebagai negara Afrika pertama yang gagal bayar selama era COVID-19 pada tahun 2020, Zambia dipandang sebagai tes lakmus untuk inisiatif Kerangka Kerja Bersama G20 yang dibentuk selama pandemi untuk merampingkan restrukturisasi utang. 

Namun, pembicaraan berjalan sangat lambat, dan utang luar negeri merangkak naik hingga US$ 18,6 miliar.

Para pejabat Barat telah menyalahkan China, pemberi pinjaman bilateral terbesarnya, atas keterlambatan ini, sesuatu yang dibantah oleh China. Ada ketidaksepakatan yang luas mengenai berapa banyak utang yang dapat ditanggung oleh negara ini di masa mendatang.

Mata uang Zambia, kwacha, telah jatuh lebih dari 10% terhadap dollar AS tahun ini, yang menurut bank sentral menambah inflasi. Bank sentral menyalahkan penurunan ini sebagian karena penundaan restrukturisasi utang. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×