Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
Meski berbeda pandangan, Musk, Gates, Zuckerberg, dan Cook memiliki tujuan yang sama: menciptakan interaksi manusia dengan teknologi yang lebih cepat dan alami. Perbedaannya terletak pada bentuk perangkat dan kecepatan perubahan.
Musk menargetkan koneksi langsung ke otak, Gates membayangkan teknologi menyatu dengan kulit, Zuckerberg mendorong kacamata AR, sementara Cook mempertahankan smartphone sebagai jangkar utama ekosistem digital.
Dalam praktiknya, masa depan kemungkinan akan menggabungkan semua pendekatan tersebut. Kacamata AR saat ini masih bergantung pada smartphone, perangkat medis wearable terhubung ke aplikasi ponsel, dan asisten suara bekerja berdampingan dengan layar sentuh.
Baca Juga: Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang, Apple Janjikan Update Hingga Beberapa Tahun
Alih-alih era pasca-smartphone, satu dekade ke depan diperkirakan menjadi era multi-perangkat, di mana smartphone tetap berperan sebagai pusat kendali yang mengoordinasikan berbagai teknologi di sekitar tubuh manusia.
Transisi ini membawa manfaat sekaligus risiko. Di satu sisi, interaksi menjadi lebih alami dan efisien. Di sisi lain, muncul tantangan baru terkait privasi, etika, kesehatan mental, dan beban digital yang semakin kompleks.
Untuk saat ini, smartphone masih bertahan sebagai pusat komputasi personal. Perdebatan antara perubahan radikal dan evolusi bertahap akan terus berlangsung, seiring teknologi semakin mendekat ke tubuh manusia. Waktu dan kebiasaan pengguna akan menentukan arah mana yang akhirnya dominan.












