kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Aksi protes anti-pemerintah pecah di kota Beirut


Jumat, 07 Agustus 2020 / 09:14 WIB
ILUSTRASI. Ledakan Beirut. REUTERS/Mohamed Azakir TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIRUT. Aksi protes anti-pemerintah pecah di kota Beirut. Tak hanya itu, aksi ini berakhir ricuh di mana pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan Lebanon pada demonstrasi anti-pemerintah di Beirut pada hari Kamis (6/8/2020).

Mengutip BBC, Petugas menembakkan gas air mata ke puluhan orang yang berkumpul di dekat gedung parlemen.

Para pengunjuk rasa marah dengan ledakan dahsyat hari Selasa, yang menurut para pejabat disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman sejak 2013.

Baca Juga: Lebanon menghadapi masalah ekonomi baru pasca ledakan di Beirut

Banyak warga Lebanon mengatakan kelalaian pemerintah menyebabkan ledakan, yang menewaskan sedikitnya 137 orang dan melukai sekitar 5.000 lainnya.

Ledakan itu menghancurkan seluruh distrik di ibukota, di mana ratusan rumah dan gedung bisnis hancur menjadi puing-puing. Hingga kini, puluhan orang masih belum ditemukan.

Baca Juga: Citra satelit ini tunjukkan bagian pelabuhan hilang akibat ledakan besar di Beirut

Kantor berita pemerintah Lebanon mengatakan, 16 orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan yang diumumkan oleh pemerintah minggu ini.

Sejak terjadinya bencana tersebut, dua pejabat mengundurkan diri. Anggota parlemen Marwan Hamadeh mengundurkan diri pada Rabu, sementara duta besar Lebanon untuk Yordania Tracy Chamoun mengundurkan diri pada Kamis. Chamoun mengatakan, bencana itu menunjukkan diperlukannya pergantian kepemimpinan sesegera mungkin.

Baca Juga: Beirut luluh lantak, KBRI Beirut imbau WNI untuk waspada!

Sebelumnya, pada Kamis, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengunjungi kota itu dan mengatakan Lebanon perlu melihat "perubahan besar" dari pihak berwenang. Dia juga menyerukan penyelidikan internasional atas bencana tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×