kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.748   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.485   22,61   0,35%
  • KOMPAS100 849   -2,93   -0,34%
  • LQ45 645   -3,34   -0,52%
  • ISSI 228   3,36   1,50%
  • IDX30 358   -2,04   -0,57%
  • IDXHIDIV20 447   -2,57   -0,57%
  • IDX80 97   -0,33   -0,34%
  • IDXV30 124   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 115   -0,77   -0,66%

Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.352 Jumat (18/9), Dolar AS dan Minyak Jadi Penopang


Jumat, 18 September 2026 / 08:27 WIB
Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.352 Jumat (18/9), Dolar AS dan Minyak Jadi Penopang
ILUSTRASI. Harga Emas, ETF (Dok/BRI-MI)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan Jumat (18/9/2026), didukung oleh pelemahan harga minyak dan dolar AS yang cenderung terbatas.

Investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter bank sentral global.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.352,60 per ons troi pada pukul 0050 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember justru turun 0,2% menjadi US$ 4.391,60 per ons troi.

Baca Juga: Yen Melemah Jelang Keputusan BOJ, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga

Harga minyak yang turun sekitar 1% turut memberikan ruang bagi emas untuk menguat. Di sisi lain, dolar AS masih bergerak terbatas setelah sebelumnya mundur dari level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Dolar AS yang melemah membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga dapat mendukung permintaan emas.

Namun, pergerakan emas masih dibayangi kebijakan moneter yang cenderung ketat. Federal Reserve menaikkan suku bunga pada Rabu dan memberikan sinyal masih terbuka ruang untuk kenaikan berikutnya dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam proyeksi ekonomi kuartalan terbaru The Fed, sebanyak 16 dari 18 pejabat pembuat kebijakan memperkirakan setidaknya masih ada satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 1% Jumat (18/9), Brent & WTI Masih di Atas US$ 100 per Barel

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tantangan bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil dan menekan permintaan terhadap logam mulia.

Meski demikian, Goldman Sachs mempertahankan proyeksi harga emas pada akhir 2027 di level US$ 5.400 per ons troi.

Goldman menilai kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi memperlambat reli emas, tetapi belum tentu menggagalkan tren kenaikannya.

Selain The Fed, pasar juga mencermati keputusan bank sentral lainnya. Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga pada Kamis, tetapi memperingatkan bahwa suku bunga masih dapat dinaikkan.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan mengambil keputusan kebijakan moneter pada Jumat.

Baca Juga: Perhiasan US$ 6 Juta Lebih Dirampok, Kim Kardashian Terima Ganti Rugi 1 Euro

Pasar memperkirakan BOJ menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun sekaligus memberikan sinyal mengenai langkah lanjutan untuk menghadapi risiko inflasi.

Dari pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS), jumlah warga yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pada pekan lalu.

Namun, penurunan tersebut dinilai kemungkinan dipengaruhi oleh libur Labor Day, sementara tren yang mendasari masih menunjukkan pasar tenaga kerja relatif stabil.

Pergerakan positif juga terlihat pada logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 65,64 per ons troi. Platinum menguat 0,9% menjadi US$ 1.785,55 per ons troi, sedangkan palladium naik 0,1% menjadi US$ 1.292,47 per ons troi.




TERBARU

[X]
×