Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan Jumat (18/9/2026), didorong kenaikan saham perusahaan semikonduktor yang mengikuti penguatan saham chip di Amerika Serikat (AS).
Investor juga mencermati keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ) yang akan diumumkan pada hari yang sama.
Melansir Reuters, Indeks KOSPI naik 121,10 poin atau 1,80% menjadi 6.836,51 pada pukul 0130 GMT.
Baca Juga: AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi Senilai US$ 24,3 Miliar
Meski menguat pada perdagangan hari ini, KOSPI masih turun sekitar 0,9% sepanjang pekan setelah sebelumnya mencatat kenaikan 3,3% pada pekan lalu.
Penguatan saham Korea Selatan mengikuti reli Wall Street pada Kamis (17/9).
Bursa AS kembali menguat setelah penurunan harga minyak, turunnya imbal hasil US Treasury dan data pasar tenaga kerja yang solid membantu investor mengalihkan perhatian dari kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Saham Chip Jadi Motor Penguatan
Sektor semikonduktor menjadi penopang utama KOSPI. Saham Samsung Electronics naik 2,28%, sementara saham SK Hynix melonjak 4,30%.
Penguatan tersebut mengikuti kenaikan Philadelphia Semiconductor Index sebesar 3,1% pada perdagangan Kamis di AS.
Baca Juga: Nikkei Naik 1% Jumat (18/9), Saham Teknologi Jepang Ikuti Reli Wall Street
Kenaikan saham chip mencerminkan kembali menguatnya minat investor terhadap sektor teknologi setelah saham-saham tersebut mendapat tekanan akibat kekhawatiran mengenai suku bunga dan valuasi.
Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, LG Energy Solution turun 0,55%. Saham Hyundai Motor naik 1,17%, sementara Kia Corp tidak berubah.
Saham POSCO Holdings turun 0,31%, sedangkan Samsung BioLogics melemah 0,29%.
Dari 909 saham yang diperdagangkan, sebanyak 457 saham menguat dan 406 saham melemah.
Investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih saham Korea Selatan senilai 157,7 miliar won atau sekitar US$ 113,99 juta.
Baca Juga: BOJ Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun
Won Melemah, Yield Obligasi Turun
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan berada di level 1.384,1 won per dolar AS, melemah 0,19% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.381,5 won.
Di pasar obligasi, kontrak berjangka surat utang pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk Desember naik 0,09 poin menjadi 102,30.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan turun 3,5 basis poin menjadi 4,023%. Sementara yield obligasi tenor 10 tahun turun 7,3 basis poin menjadi 4,439%.
Baca Juga: Qatar hingga Iran, Ini 10 Negara dengan Ekonomi Terburuk pada 2026
Pergerakan pasar Korea Selatan juga masih dipengaruhi keputusan bank sentral global.
BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada Jumat, sekaligus memberikan sinyal mengenai kemungkinan kenaikan berikutnya untuk menghadapi risiko inflasi.
Kenaikan suku bunga AS dan Jepang menjadi perhatian pasar karena perubahan selisih imbal hasil kedua negara dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan won maupun mata uang Asia lainnya.














