Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang Nikkei menguat 1% pada perdagangan Jumat (18/9/2026), didorong aksi beli investor terhadap saham sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan semikonduktor setelah saham teknologi di Wall Street menguat pada perdagangan sebelumnya.
Mengutip Reuters, indeks Nikkei naik 1% menjadi 64.786,86 pada pukul 0018 GMT. Investor juga cenderung mengabaikan keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ) yang akan diumumkan pada hari yang sama karena kenaikan suku bunga telah diperkirakan dan diperhitungkan pasar sejak jauh-jauh hari.
Baca Juga: BOJ Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun
Saham SoftBank Group, perusahaan yang banyak berinvestasi pada startup berbasis AI, melonjak 5%. Saham produsen peralatan chip Advantest naik 4%, sedangkan Tokyo Electron menguat 3,6%.
Saham perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi cenderung memiliki leverage yang besar sehingga sensitif terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Namun, kekhawatiran tersebut mulai mereda setelah penurunan harga minyak mengurangi risiko tekanan inflasi.
Saham AI Kembali Jadi Incaran
Saham teknologi Jepang sebelumnya mengalami tekanan pada Kamis (17/9). Saat itu, investor justru memburu saham-saham perusahaan gim yang telah terkoreksi.
Namun, tren tersebut berbalik pada Jumat. Investor kembali mengakumulasi saham teknologi, sementara saham perusahaan gim yang sebelumnya diburu mulai dilepas.
Baca Juga: Qatar hingga Iran, Ini 10 Negara dengan Ekonomi Terburuk pada 2026
Saham Nintendo dan Konami masing-masing turun sekitar 2%.
Berbeda dengan Nikkei, indeks Topix justru turun 0,2%. Pergerakan Topix lebih lemah karena indeks tersebut memiliki porsi saham berbasis AI yang lebih kecil dibandingkan Nikkei.
Di dalam indeks Nikkei, pergerakan saham juga relatif berimbang. Sebanyak 111 dari 225 saham menguat, sementara 113 saham melemah dan satu saham tidak berubah.














