Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Alibaba Group dilaporkan tengah menguji chip kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk menangani beragam tugas inferensi AI, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber internal pada Jumar (29/8/2025).
Chip ini diklaim lebih serbaguna dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga: Dukung UMKM Indonesia jangkau Pasar Global, Alibaba.com Luncurkan Guarantee Package
Berbeda dengan prosesor AI sebelumnya yang diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), chip baru Alibaba diproduksi oleh perusahaan manufaktur semikonduktor asal China.
Langkah ini mencerminkan dorongan besar Beijing bagi perusahaan teknologi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok asing, terutama di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).
Pengembangan chip AI domestik menjadi semakin penting setelah Nvidia menghadapi hambatan regulasi dalam menjual produknya di China.
Chip Nvidia H20, satu-satunya prosesor AI kelas atas yang diizinkan masuk pasar China sempat terblokir penjualannya awal tahun ini akibat kebijakan pemerintahan Trump.
Baca Juga: Wah, Alibaba Rilis Kacamata Berteknologi AI, Hidup Semakin Praktis
Meski larangan tersebut kini dilonggarkan, pemerintah China tetap mendesak raksasa teknologi seperti Alibaba dan ByteDance untuk mencari alternatif lokal.
H20 sendiri dibuat khusus untuk pasar China sebagai pengganti varian lebih bertenaga, H100 dan seri Blackwell, yang dilarang diekspor sejak 2023.
Sebagai perusahaan cloud computing terbesar di China sekaligus pelanggan utama Nvidia, Alibaba menjadi salah satu pemain kunci dalam strategi Beijing membangun ekosistem chip mandiri.
Di sisi lain, Alibaba juga melaporkan pertumbuhan signifikan dalam bisnis komputasi awan.
Baca Juga: CEO Nvidia Jensen Huang: Ledakan AI Masih Jauh dari Kata Usai
Pada kuartal April–Juni 2025, pendapatan unit cloud melonjak 26% dibanding tahun sebelumnya, melampaui perkiraan pasar berkat tingginya permintaan layanan AI.