Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Reliance Industries Ltd, konglomerasi terbesar di India milik miliarder Mukesh Ambani, berencana membawa unit telekomunikasi dan digitalnya, Jio Platforms, melantai di bursa pada pertengahan 2026.
Rencana ini menjadi tenggat terbaru dari IPO yang sudah lama dinanti, dengan valuasi Jio diperkirakan lebih dari US$100 miliar.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, Ambani menyampaikan bahwa Jio akan mulai mempersiapkan dokumen pengajuan IPO pada tahun depan.
Baca Juga: Profil Keluarga Ambani, Konglomerat India yang Kuasai Sektor Energi hingga Ritel
Reliance pertama kali mengungkap rencana IPO Jio pada 2019 dengan target lima tahun, namun rencana itu beberapa kali tertunda.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa IPO Jio tidak akan digelar pada 2025.
Jio Platforms menaungi operator telekomunikasi terbesar India, Reliance Jio Infocomm, dengan lebih dari 500 juta pengguna.
Unit ini telah menjadi pilar penting strategi Ambani untuk mendiversifikasi bisnis Reliance dari minyak dan petrokimia ke sektor konsumen, ritel, serta teknologi.
Selain IPO, Reliance juga mengumumkan pembentukan unit kecerdasan buatan (AI) bersama mitra strategis global, yakni Google dan Meta.
Kolaborasi ini menandai langkah besar Reliance menjadikan AI sebagai salah satu motor pertumbuhan utama, di samping ekspansi internasional.
Baca Juga: Ekonomi India Tumbuh 7,8% di Kuartal II 2025, Kuat Meski Dihantam Tarif Tinggi AS
Meta dan Reliance membentuk perusahaan patungan AI dengan investasi awal sekitar US$100 juta.
CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut unit ini akan menghadirkan model AI open-source Meta bagi pelaku bisnis di India.
Sementara itu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan Google akan bermitra dengan Reliance untuk penerapan AI di sektor energi, ritel, telekomunikasi, hingga jasa keuangan.
Google juga akan membangun wilayah cloud baru di Jamnagar yang khusus melayani Reliance.
Di sisi lain, Reliance tetap memperkuat bisnis intinya. Perusahaan menganggarkan investasi US$8,8 miliar untuk memperluas lini kimia, serta menargetkan pertumbuhan penjualan ritel sekitar 10% per tahun.
Reliance juga berencana membuka 2.000–3.000 toko baru setiap tahun.
Menurut Saurabh Parikh, analis senior ICRA Ltd, pemisahan Jio melalui IPO akan membuka potensi valuasi lebih tinggi.
Baca Juga: Rupee India Jeblok ke Rekor Terendah, Sentimen Tertekan Tarif Baru AS
“Saat ini Jio belum tercermin penuh dalam valuasi Reliance yang masih didominasi portofolio petrokimia dan ritel,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Langkah Reliance ini berlangsung di tengah ketegangan hubungan dagang India–Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump telah menetapkan tarif 50% pada ekspor India sebagai respons atas pembelian minyak Rusia oleh New Delhi.
Reliance sendiri merupakan importir terbesar minyak Rusia di India sekaligus operator kompleks pengilangan minyak terbesar di dunia di Gujarat.