kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Amerika Serikat akan membuka pintu bagi orang asing, tapi ada kendala ini


Kamis, 16 Juli 2020 / 06:33 WIB
Amerika Serikat akan membuka pintu bagi orang asing, tapi ada kendala ini
ILUSTRASI. Ilustrasi. Pemerintah Amerika Serikat akan membuka layanan visa bagi warga negara asing yang ingin berkunjung ke AS. REUTERS/Lucy Nicholson


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Washington DC. Jumlah kasus positif virus corona di Amerika Serikat terus bertambah. Namun, pemerintah Amerika Serikat  tampaknya bakal memperluas penerapan new normal. Terbaru, Amerika Serikat akan memulai membuka akses bagi kedatangan warga negara lain.

Hanya saja, rencana ini juga ada sedikit masalah. Kedutaan Amerika Serikat kekurangan staf untuk pos pelayanan visa.

Baca juga: Kongres AS minta Apple dan Google untuk awasi aplikasi asing 

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) mengatakan pada Senin (13/7/2020), kedutaan dan konsulat AS di seluruh dunia akan segera melanjutkan layanan visa. "Dimulainya kembali layanan visa rutin akan dilakukan dari posko ke posko, berkoordinasi dengan departemen ketenagakerjaan untuk mengembalikan tenaga kerja kami dengan aman," kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada ABC News, pada Senin (13/7/2020). 

Namun saat ditanya mengenai perinciannya untuk masing-masing negara, dia berkata, "Tidak dapat memberikan tanggal spesifik tentang penerapan pembukaan kembali pelayanan visa." 

Sejauh ini informasi yang didapat ABC News, belum ada kedutaan atau konsulat yang mengumumkan rencana untuk melanjutkan layanan visa. Sementara, saat ini masih banyak pos pelayanan visa yang kekurangan staf, sehingga masih mencari cara untuk memulai kembali pelayanan dengan mengatur jarak aman untuk social distancing. 

Sejak 20 Maret, AS menangguhkan layanan visa rutin di sebagian besar negara di seluruh dunia karena pendemi virus corona, kecuali untuk urusan darurat dan kematian. Presiden Donald Trump juga membatasi penerima visa melalui serangkaian perintah eksekutif, menangguhkan visa H-1B, visa H-2B, visa L, dan visa J tertentu hingga 31 Desember.

Visa H-1B adalah untuk karyawan yang sangat terampil dalam bidang-bidang tertentu, seperti teknik atau teknologi informasi. Visa H-2B diperuntukkan bagi pekerja musiman seperti manufaktur atau makanan olahan.

Larangan visa J memengaruhi pertukaran konselor dan guru. Sementara, visa L adalah yang ditransfer oleh perusahaan asal mereka ke AS.

Penangguhan visa AS di seluruh dunia, kecuali untuk kasus darurat, telah menjadi salah satu dari beberapa cara pemerintahan Trump untuk membatasi imigrasi dan melakukan pengendalian datangnya pelancong di tengah pandemi virus corona. 

Kemudian, langkah terbaru Trump terkait pembatasan visa yang disampaikan saat kampanye dan menuai kontroversi, adalah penangguhan visa pelajar internasional di AS. 

Padahal, saat kebijakan tersebut disampaikan, sejumlah universitas sudah beralih ke pendidikan layanan online. Oleh karena itu, keputusan itu ditentang di pengadilan oleh puluhan negara dan 200 universitas. 

Baca juga: Iran tertawa di balik kebakaran kapal perang Amerika Serikat 

Menurut Columbia Daily Tribune, pembatasan visa disertai penutupan daerah perbatasan memiliki konsekuensi cukup besar bagi keluarga yang terpisah, seperti Arnie Fagan dari Amerika yang pasangannya Vilayvanh Soulinthong dan putrinya Jasmine berada di Thailand. Akhirnya, mereka dipersatukan kembali setelah Soulinthong bisa mendapatkan visa janji temu darurat dan melakukan perjalanan ke Missouri.

(Shintaloka Pradita Sicca)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS akan Membuka Kembali Layanan Visa Seluruh Dunia", 




TERBARU

[X]
×