kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Anak usaha BUMN China tangguhkan pesanan 100 Boeing 737 karena alasan keamanan


Selasa, 09 April 2019 / 09:46 WIB

Anak usaha BUMN China tangguhkan pesanan 100 Boeing 737 karena alasan keamanan
ILUSTRASI. Boeing 737 MAX 8 diragukan sertfikasi FAA

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kepercayaan dunia penerbangan terhadap pesawat Boeing tipe 737 MAX kian luntur. Terbaru, perusahaan penyewaan pesawat asal Tiongkok, China Aircraft Leasing Group Holdings (CALC) menunda pemesanan 100 pesawat Boeing 737 MAX sampai aspek keamanan pesawat tersebut terjamin.

Seperti diberitakan South China Morning Post, perusahaan yang terdaftar di Hong Kong dan dikendalikan oleh perusahaan pelat merah China Everbright Group tersebut memesan 50 pesawat seri tersebut pada Juni 2017. 


CALC kemudian meningkatkan pesanannya sebanyak 25 pesawat lagi pada bulan Desember di tahun yang sama, dengan opsi penambahan 25 lagi sebagai bagian dari rencana perusahaan untuk menambah jumlah armada. Yakni dari 133 pesawat pada 2018 menjadi 232 pesawat pada 2023. 

Menurut jadwal, pesawat 737 MAX pertama harusnya dikirim ke CALC pada kuartal ketiga tahun ini dan sisanya terus menyusul secara bertahap hingga 2023.

"Pembelian telah ditangguhkan dan kami telah berhenti membayar angsuran," kata Chen Shuang, Chairman CALC dan kepala eksekutif China Everbright.

Namun Chen tidak merinci jumlah pembayaran yang telah ditahan. Tapi yang pasti nilai pesanan 50 pesawat pertama sendiri mencapai US$ 5,8 miliar.

Chen juga mengatakan kedua belah pihak secara aktif mencari solusi untuk masalah tersebut. “Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah untuk menggantinya dengan pesawat lain. Tetapi tidak ada terlalu banyak pilihan saat ini," kata Chen.

Sementara itu seorang juru bicara CALC mengatakan bahwa karena sebagian besar pengiriman ke perusahaan dilakukan mulai tahun 2021, maka dampak pada operasi perusahaan dinilai tak akan besar pada saat ini.

Seri MAX sendiri telah dilarang terbang oleh regulator di seluruh dunia setelah dua pesawat dari jenis yang sama terlibat dalam kecelakaan fatal dalam waktu lima bulan yang secara total telah menewaskan 346 jiwa.

Pekan lalu, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan akan membentuk tim peninjau teknis untuk mengevaluasi keselamatan Boeing 737 MAX. Regulator penerbangan China juga telah diundang untuk bergabung dengan gugus tugas tersebut.


Sumber : South China Morning Post
Editor: Tendi
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0548 || diagnostic_web = 0.3792

Close [X]
×