kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.994   1,00   0,01%
  • IDX 9.142   7,77   0,09%
  • KOMPAS100 1.259   -4,52   -0,36%
  • LQ45 889   -3,85   -0,43%
  • ISSI 334   -0,03   -0,01%
  • IDX30 455   -0,13   -0,03%
  • IDXHIDIV20 538   0,72   0,13%
  • IDX80 140   -0,59   -0,42%
  • IDXV30 149   0,42   0,28%
  • IDXQ30 146   -0,04   -0,03%

Aneh Tapi Nyata! Kota Emas Malaysia Kini Jadi Sentra Durian


Selasa, 20 Januari 2026 / 10:48 WIB
Aneh Tapi Nyata! Kota Emas Malaysia Kini Jadi Sentra Durian
ILUSTRASI. Dulu dikenal tambang emas, kini Raub Malaysia makmur dari durian. Terungkap alasan Musang King jadi primadona ekspor hingga miliaran. (Dok/Moch Khairul Soleh)


Sumber: VN Express | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Boom durian ini bahkan melahirkan para “miliuner Musang King”. Salah satunya Eric Chan, mantan insinyur yang dulu menulis kode untuk satelit dan robot.

Lebih dari 10 tahun lalu, saat durian masih murah dan dijual di pinggir jalan, Chan beralih ke bisnis durian dengan mendirikan perusahaan pemasok pasta durian. Beberapa tahun kemudian, ia menjual saham pengendali perusahaannya seharga sekitar US$ 4,5 juta, hampir 50 kali dari modal awalnya.

“Masyarakat di sini sekarang hidup jauh lebih baik,” kata Chan kepada The New York Times. “Rumah-rumah yang dulu dari kayu kini dibangun dari bata. Anak-anak mereka bisa kuliah ke luar negeri.”

Petani durian lain, Jovi Kong, mengaku mulai menanam durian lebih dari satu dekade lalu. Kini, ia memiliki mobil mewah dan dua property, satu di Raub dan satu lagi di Kuala Lumpur.

“Raub sangat berbeda dengan kota-kota lain di Malaysia. Orang-orang di sini kaya,” ujarnya kepada Channel News Asia pada 2019.

Namun, di balik kisah sukses itu, bertani durian tetap pekerjaan berat. Lu, yang kini berusia 72 tahun dan dikenal sebagai Uncle Thing, bangun sebelum matahari terbit setiap hari untuk menyusuri kebun duriannya yang terjal.

Beberapa tahun lalu, buah durian yang jatuh menghantam bahunya, meninggalkan rasa sakit yang masih sering kambuh hingga kini.

Tonton: Rel Terendam Banjir, Refund Tiket KAI Mencapai Rp 3,5 Miliar

“Kelihatannya petani durian gampang cari uang. Padahal tidak,” ujarnya.

Lu mulai menanam durian sejak 1980-an, awalnya dengan varietas kampung. Saat itu, keuntungan nyaris tak ada karena harga yang naik turun.

“Saat itu kondisinya buruk sekali sampai ada petani yang beralih ke kelapa sawit,” katanya, mengingat ia pun sempat melakukan hal yang sama.

Seiring berkembangnya industri dan peralihan ke varietas unggulan seperti Musang King, barulah keuntungan mulai mengalir dari pasar ekspor.

“Durian memberi kontribusi besar bagi ekonomi di sini,” tutup Lu.

Selanjutnya: Prajogo Pangestu Borong 3 Juta Saham Barito Pacific (BRPT): Investor Cuan atau Cemas?

Menarik Dibaca: Cara Mudah Dapat Ice Cream Gratis di Promo Richeese Factory Hari Ini Saja, Cek Jamnya




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×