kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Angka kematian virus corona di AS melampaui 120.000, hot spot baru bermunculan


Selasa, 23 Juni 2020 / 05:30 WIB
ILUSTRASI. Warga New York tengah menikmati aktivitas di luar ruangan. REUTERS/Jeenah Moon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dalam sambutannya, Trump mengatakan kepada pendukung bahwa ia telah meminta pejabat AS untuk memperlambat pengujian Covid-19, dan menyebutnya sebagai "pedang bermata dua" yang menyebabkan lebih banyak kasus ditemukan.

Baca Juga: WHO peringatkan fase bahaya pandemi corona, ini kata epidemiolog

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump hanya bercanda. "Kami memimpin dunia dalam pengujian dan telah melakukan pengujian 25 juta lebih," kata pejabat tersebut.

Baca Juga: Peringatan terkini WHO: Hati-hati, wabah Covid-19 kembali meningkat cepat

Menurut penghitungan Reuters, dari 20 negara yang paling parah terkena dampaknya, Amerika Serikat menempati urutan ketujuh berdasarkan angka kematian per kapita. Amerika Serikat memiliki 3,6 kematian per 10.000 orang. Belgia berada di posisi pertama dengan 8,5 kematian per 10.000, diikuti oleh Inggris, Spanyol, Italia dan Swedia, menurut analisis Reuters.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×