Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Anthropic dikabarkan membatalkan rencana akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) Decart AI setelah menyelesaikan proses uji tuntas (due diligence). Padahal, nilai transaksi tersebut sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar US$6 miliar.
Mengutip Bloomberg News, Senin (7/9/2026), Anthropic sebelumnya telah menjajaki kesepakatan untuk mengakuisisi Decart.
Baca Juga: Dolar Taiwan Menguat Paling Tajam di Asia Selasa (8/9), Rupiah Masih Tertekan
Namun, setelah proses uji tuntas, perusahaan pengembang chatbot Claude tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan transaksi.
Meski rencana akuisisi batal, kedua perusahaan masih berpeluang menjalin bentuk kerja sama lain di masa mendatang.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Anthropic dan Decart juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters di luar jam kerja.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Anthropic tengah melakukan pembicaraan untuk mengakuisisi Decart yang didukung oleh Nvidia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Anthropic mencari peluang akuisisi untuk memperkuat kapasitas teknologi di tengah meningkatnya permintaan terhadap layanan AI.
Decart mengembangkan teknologi infrastruktur dan optimasi AI. Startup tersebut telah membangun sejumlah model, termasuk Lucy, model penyuntingan video secara langsung, serta Oasis, sebuah platform simulasi.
Baca Juga: Iran Ancam Buat Zona Eksklusi di Teluk, Ketegangan dengan AS Kembali Memanas
Anthropic Siapkan IPO
Rencana akuisisi Decart muncul ketika Anthropic tengah mempersiapkan langkah menuju pasar modal.
Anthropic dilaporkan sedang menyiapkan initial public offering (IPO) dan diperkirakan mulai memasarkan penawaran sahamnya paling cepat pada pertengahan Oktober.
Perusahaan tersebut menargetkan pencatatan saham sebelum pemilihan umum sela (midterm elections) AS pada November.
Potensi IPO tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan industri AI, mengingat Anthropic merupakan salah satu pemain utama yang bersaing dalam pengembangan model AI generatif.
Pembatalan akuisisi Decart menunjukkan bahwa meski perusahaan AI besar memiliki kebutuhan untuk memperluas teknologi dan infrastrukturnya, nilai transaksi yang besar tetap harus melewati proses evaluasi bisnis dan teknologi secara ketat.
Baca Juga: Bursa Australia Tertekan Selasa (8/9), ASX 200 Turun di Bawah 9.000














