kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Arab Saudi jebloskan kaum intelek, penulis dan pengusaha ke penjara, ada apa?


Selasa, 26 November 2019 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Masjidil Haram yang berlokasi di pusat kota Mekkah. REUTERS/Waleed Ali


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bahkan ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman menggembar-gemborkan keterbukaan ekonomi dan sosial di negara yang secara tradisional tertutup, pihak pemerintah terus mendapatkan kritik yang semakin membesar pada September 2017 dengan penangkapan ulama Islam terkemuka, beberapa di antaranya sekarang menghadapi hukuman mati.

Baca Juga: Besok, Putra Markota Saudi akan umumkan IPO terbesar dalam sejarah

Kampanye anti korupsi yang dilakukan dua bulan kemudian menjaring pengusaha dan pejabat senior. Langkah ini dikritik sebagai permainan kekuasaan dan penggeledahan potensi saingan politik putra mahkota.

Pada pertengahan 2018, lebih dari selusin aktivis hak-hak perempuan ditangkap tepat ketika Riyadh mencabut larangan terhadap perempuan yang mengendarai mobil. Media lokal menganggap mereka sebagai pengkhianat, dan pengadilan menuduh beberapa dari mereka melakukan kejahatan termasuk kontak dengan jurnalis asing.

Baca Juga: CIA: Pangeran Mohammad bin Salman terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi

April ini, delapan orang, termasuk dua warga AS, yang telah mendukung para wanita yang ditahan juga ditangkap.

Protes publik, partai politik dan serikat buruh dilarang di Arab Saudi, di mana media dikendalikan dan kritik terhadap keluarga kerajaan dapat menyebabkan seseorang dipenjara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×