kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.824   -43,00   -0,24%
  • IDX 6.468   73,79   1,15%
  • KOMPAS100 837   11,91   1,44%
  • LQ45 635   7,46   1,19%
  • ISSI 227   2,69   1,20%
  • IDX30 354   3,17   0,90%
  • IDXHIDIV20 430   2,76   0,65%
  • IDX80 96   1,32   1,40%
  • IDXV30 119   0,36   0,30%
  • IDXQ30 112   0,90   0,81%

AS Gandakan Buyback Treasury, Yield Obligasi 30 Tahun Mulai Turun


Kamis, 20 Agustus 2026 / 08:20 WIB
AS Gandakan Buyback Treasury, Yield Obligasi 30 Tahun Mulai Turun
ILUSTRASI. Menteri Keuangan AS Scott Bessent (REUTERS/Leah Millis)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Tak Menyelesaikan Masalah Fiskal

Meski mampu memberikan ruang bernapas bagi pasar obligasi, kebijakan buyback tersebut dinilai tidak menyelesaikan persoalan fundamental fiskal AS.

Evercore ISI menyebut, Bessent kembali menunjukkan pendekatan taktis sebagai Menteri Keuangan yang aktif dengan mengumumkan peningkatan buyback secara mengejutkan.

Namun, analis mempertanyakan seberapa besar dampaknya dalam jangka panjang karena pemerintah AS masih harus membiayai gelombang utang jatuh tempo dan defisit anggaran.

Thomas Simons, Chief U.S. Economist Jefferies menilai, pengumuman mendadak tersebut berbeda dengan tradisi Departemen Keuangan AS yang selama ini menekankan penerbitan utang secara "teratur dan dapat diprediksi".

Dari sisi skala, tambahan buyback sebesar US$ 2 miliar relatif kecil dibandingkan total pasar Treasury yang mencapai sekitar US$ 32,2 triliun.

Sementara itu, jumlah obligasi Treasury tenor 20 tahun dan 30 tahun yang beredar mencapai sekitar US$ 5,5 triliun per 31 Juli 2026.

Baca Juga: Putin: Serangan Ukraina ke Fasilitas Industri Tak Berdampak Besar

Departemen Keuangan AS telah melakukan pembelian kembali surat utang lama secara terjadwal selama dua tahun terakhir.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas surat utang yang sudah tidak lagi menjadi penerbitan acuan atau off-the-run securities.

Dalam periode 6 Agustus hingga 5 November, Departemen Keuangan sebelumnya telah merencanakan pembelian kembali Treasury hingga US$ 69 miliar untuk seluruh tenor.

Dengan tambahan transaksi yang dijadwalkan, nilai maksimum buyback dapat mencapai sekitar US$ 83 miliar.

Chief Investment Officer Savvy Wealth Anshul Sharma mengatakan, kebijakan tersebut tidak mengatasi persoalan mendasar seperti defisit, inflasi maupun besarnya pasokan Treasury.

"Namun, ini memberi sedikit waktu dan, mungkin yang lebih penting, menunjukkan bahwa Departemen Keuangan memiliki instrumen yang tersedia dan bersedia menggunakannya ketika kondisi pasar membutuhkannya," ujar Sharma.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×