kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   34,00   0,19%
  • IDX 6.372   37,26   0,59%
  • KOMPAS100 838   2,32   0,28%
  • LQ45 632   -0,61   -0,10%
  • ISSI 220   2,50   1,15%
  • IDX30 355   -1,15   -0,32%
  • IDXHIDIV20 437   -3,86   -0,88%
  • IDX80 95   0,28   0,29%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 113   -0,88   -0,77%

AS Kembali Khawatirkan Adanya Upaya Pengiriman Senjata dari Korut ke Rusia


Selasa, 13 Juni 2023 / 12:06 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri resepsi resmi setelah pembicaraan mereka di Vladivostok, Rusia 25 April 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Perjuangan rakyat Rusia untuk melawan langkah pasukan musuh untuk merampas kedaulatan dan keamanan Moskow telah memasuki fase baru yang menentukan. Rakyat kami memberikan dukungan penuh dan solidaritas untuk Rusia. Keadilan pasti menang dan rakyat Rusia akan terus menambah kejayaan sejarah kemenangan," tulis Kim, dikutip KCNA.

Kim juga menyerukan adanya kerja sama strategis yang lebih erat Moskow. Penguatan hubungan ini digambarkan Kim dengan berpegangan erat dengan presiden Rusia.

"Saya menyerukan kerja sama strategis yang lebih erat dengan Moskow, berpegangan erat dengan presiden Rusia, sesuai dengan keinginan bersama rakyat kedua negara untuk memenuhi tujuan besar membangun negara yang kuat," lanjut Kim.

Rusia jadi satu dari sedikit negara yang masih bersikap baik terhadap Korea Utara. Pyongyang pun telah berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Moskow dan mendukung invasinya ke Ukraina.

Pyongyang dan Moskow juga sama-sama menyalahkan hegemonik Amerika Serikat dan sekutu negara Barat lainnya yang dianggap selalu menggoyang keseimbangan situasi keamanan di berbagai kawasan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×