kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

AS dan NATO Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Ancam Bisa Picu Perang Besar


Senin, 23 Januari 2023 / 05:10 WIB


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MOSKWA. Konflik Rusia dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya makin runcing. Terbaru, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin mengingatkan pada Minggu (22/1) bahwa pengiriman senjata ofensif ke Kyiv, Ukraina yang mengancam wilayah Rusia akan menyebabkan bencana global.

Seperti dlansir Reuters, Minggu (22/1), juru bicara majelis rendah parlemen Rusia Vyacheslav Volodin  mengingatkan, dukungan Amerika Serikat (AS) dan NATO terhadap Ukraina akan menciptakan “perang” yang mengerikan bagi dunia.

“Jika Washington dan negara-negara NATO memasok senjata yang akan digunakan untuk menyerang kota-kota sipil dan berusaha merebut wilayah kami seperti yang mereka katakan, tindakan ini akan mengarah pada balas dendam dengan menggunakan senjata yang lebih kuat,” kata Volodin di aplikasi perpesanan Telegram.

Baca Juga: Ukraina Klaim Secara De Facto Telah Menjadi Anggota Aliansi NATO

“Argumen bahwa kekuatan nuklir tidak menjadi senjata pemusnah massal dalam konflik lokal tidak dapat dipertahankan karena negara-negara ini tidak menghadapi situasi di mana ada ancaman terhadap keamanan warganya dan keutuhan wilayah negara,” ujar Volodin lagi.

Sekutu Barat menjanjikan miliaran dolar senjata untuk Ukraina pekan lalu, meskipun mereka gagal membujuk Jerman untuk mencabut hak veto atas penyediaan tank tempur Leopard buatan Jerman yang dipegang sejumlah negara NATO.

Sebelum Volodin memberikan komentar, minggu lalu mantan perdana menteri dan presiden Rusia Dmitry Medvedev juga menyuarakan ancaman serupa.

Baca Juga: Syarat Jadi Anggota NATO, Turki Minta Swedia dan Finlandia Serahkan 130 Teroris




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×