kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Aset Boron Rio Tinto di AS Diminati Banyak Peminat, Nilai Bisa Tembus US$ 2 Miliar


Sabtu, 11 April 2026 / 06:27 WIB
Aset Boron Rio Tinto di AS Diminati Banyak Peminat, Nilai Bisa Tembus US$ 2 Miliar
ILUSTRASI. Rio Tinto (REUTERSW/Luc Gnago)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Aset boron milik Rio Tinto di Amerika Serikat dilaporkan menarik minat lebih dari selusin calon pembeli dan berpotensi memiliki valuasi hingga US$ 2 miliar, menurut laporan Bloomberg News pada Jumat (10/4/2026).

Sejumlah perusahaan seperti WE Soda, Magris Resources, dan U.S. Silica Holdings disebut tertarik mengakuisisi aset boron Rio Tinto yang berlokasi di California.

Baca Juga: Pengadilan Dagang AS Pertanyakan Dasar Tarif Global 10% ala Trump

Para calon pembeli ini diperkirakan akan mengajukan penawaran mengikat (binding offer) paling lambat Juni mendatang.

Meski demikian, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Rio Tinto maupun perusahaan terkait juga belum memberikan tanggapan resmi.

Boron merupakan mineral strategis yang memiliki beragam kegunaan, mulai dari energi nuklir, turbin angin, kaca khusus, keramik, hingga pupuk dan bahan kimia pembersih. Mineral ini juga digunakan sebagai aditif dalam pengeboran minyak dan gas.

Pentingnya boron semakin meningkat setelah U.S. Geological Survey bersama Departemen Dalam Negeri AS memasukkannya ke dalam daftar mineral kritis pada tahun lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Melemah, Catat Koreksi Mingguan Tercuram Sejak 2022

Langkah ini mencerminkan kekhawatiran atas risiko pasokan, terbatasnya substitusi, serta dominasi produksi di luar Amerika Serikat (AS).

Rencana pelepasan aset ini sejalan dengan strategi CEO Rio Tinto, Simon Trott, yang pada 2025 menargetkan penggalangan dana sebesar US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar melalui divestasi dan peningkatan produktivitas.

Langkah tersebut bertujuan menyederhanakan struktur bisnis perusahaan yang dikenal sebagai salah satu produsen bijih besi terbesar di dunia.


Tag


TERBARU

[X]
×