CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Bank of Korea Kembali Kerek Proyeksi Inflasi Tahun 2022


Selasa, 21 Juni 2022 / 09:42 WIB
Bank of Korea Kembali Kerek Proyeksi Inflasi Tahun 2022
ILUSTRASI. Bank of Korea, bank sentral Korea Selatan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bank sentral Korea Selatan memproyeksi inflasi di tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya. Hal tersebut membuat Bank of Korea (BOK) akan menaikkan suku bunga 50 bps pada pertemuan bulan Juli mendatang.

Selasa (21/6), BOK mengatakan, tidak menutup kemungkinan inflasi tahun 2022 bakal lebih tinggi dari inflasi yang dicapai pada tahun 2008. Kala itu, Korea Selatan mencatat inflasi sebesar 4,7%.

Proyeksi tersebut diumumkan kurang dari sebulan setelah BoK mengerek secara tajam perkiraan rata-rata inflasi tahun 2022 di level 4,5%.

"Tetapi kami tidak hanya melihat inflasi ketika memutuskan apakah kami perlu mengambil 'langkah besar'," kata Gubernur BOK Rhee Chang-yong, ketika ditanya apakah kenaikan suku bunga 50 basis poin diperlukan.

"Kami perlu berdiskusi dengan anggota Dewan Kebijakan Moneter mengenai hal ini, untuk melihat secara komprehensif dampak penguatan inflasi pada pemulihan (ekonomi) dan beban pembayaran suku bunga," lanjut Rhee.

Baca Juga: Korea Selatan Berencana Luncurkan Roket Luar Angkasa Pekan Depan

Sekedar mengingatkan, BOK di bulan lalu sudah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,75%. Ini membuat BoK bergabung dengan gelombang pengetatan kebijakan global saat bank sentral bergulat dengan lonjakan harga yang tidak terlihat dalam beberapa dekade.

Awal bulan ini, Federal Reserve menaikkan suku bunganya sebesar 75 basis poin menjadi 1,5%-1,75%, mengipasi pandangan bahwa BOK juga dapat memberikan kenaikan yang lebih besar dari biasanya, 25 bps dalam beberapa minggu mendatang untuk mengekang arus keluar modal.

Tekanan ke atas terhadap harga minyak telah meningkat karena embargo Uni Eropa terhadap minyak mentah dan minyak Rusia dan pelonggaran tindakan penguncian di China, kata bank sentral tersebut.

Di sisi permintaan, BOK mencatat bahwa pencabutan aturan jarak sosial dan anggaran tambahan kemungkinan akan menambah tekanan inflasi.

Inflasi Korea Selatan meningkat pada bulan Mei untuk bulan keempat berturut-turut menjadi 5,4%. Ini menjadi kenaikan tahunan tercepat sejak Agustus 2008, dan berada di atas target bank sentral yang hanya 2% untuk bulan ke-14 berturut-turut.

Baca Juga: Terima Dukungan Penuh dari AS, Israel Bentuk Aliansi Pertahanan Udara Regional

Ekonomi terbesar keempat di Asia itu telah menghentikan semua pembatasan terkait Covid-19 sejak akhir April, kecuali mandat untuk memakai masker di dalam ruangan.

Bulan lalu, Korea Selatan juga menambah anggaran sebesar 62 triliun won atau setara US$ 48 miliar untuk mendukung usaha kecil dan wiraswasta yang terkena pembatasan jarak sosial selama pandemi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×