Bank Sentral Filipina Naikkan Suku Bunga Acuan 50 bps, Pertahankan Pandangan Hawkish

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:45 WIB Sumber: Reuters
Bank Sentral Filipina Naikkan Suku Bunga Acuan 50 bps, Pertahankan Pandangan Hawkish

ILUSTRASI. Bank Sentral Filipina menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin atau 0,5% pada Kamis (18/8). REUTERS/Romeo Ranoco/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE - SEARCH BUSINESS WEEK AHEAD 19 DEC FOR ALL IMAGES


KONTAN.CO.ID - MANILA. Bank Sentral Filipina menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin atau 0,5% pada Kamis (18/8), seperti yang diharapkan. Bank sentral juga tetap membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk membawa kembali inflasi ke kisaran targetnya.

Mengutip Reuters, Kamis (18/8), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) menaikkan tingkat overnight reverse repurchase facility rate menjadi 3,75%, seperti yang diperkirakan oleh sebagian besar ekonom dalam jajak pendapat Reuters 8-15 Agustus.

Suku bunga fasilitas simpanan dan pinjaman semalam dinaikkan masing-masing 50 basis poin menjadi 3,25% dan 4,25%.

Baca Juga: Menentang Tekanan Biaya Global, Inflasi Gerbang Pabrik China Turun ke Level Terendah

"Dewan Moneter menganggap tindakan moneter lebih lanjut diperlukan untuk menopang ekspektasi inflasi dan menghindari pelanggaran lebih lanjut dalam target inflasi di atas cakrawala kebijakan," kata Gubernur BSP Felipe Medalla kepada wartawan.

BSP, yang telah menaikkan suku dengan total 175 basis poin tahun ini, tetap berkomitmen untuk "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mengarahkan inflasi menuju jalur target-konsisten dalam jangka menengah", tambah Medalla.

Inflasi Filipina, yang mencapai level tertingginya dalam hampir empat tahun yakni di level 6,4% bulan lalu, rata-rata 4,7% pada Januari hingga Juli, di atas target BSP 2%-4% untuk tahun ini.

Menambah tekanan melalui inflasi impor, peso Filipina telah jatuh hampir 9% tahun ini terhadap dolar - kinerja terburuk ketiga di antara mata uang Asia.

BSP menaikkan perkiraan inflasi rata-rata 2022 menjadi 5,4% dari 5,0%. Namun, itu menurunkan perkiraan inflasi rata-rata menjadi 4,0% dari 4,2% untuk 2023, dan menjadi 3,2% dari 3,3% untuk 2024.

Terlepas dari perlambatan ekonomi domestik pada kuartal kedua, ketika inflasi merugikan belanja konsumen, Medalla mengatakan kondisi permintaan domestik secara keseluruhan secara umum tetap kuat, didukung oleh peningkatan jumlah lapangan kerja dan likuiditas yang cukup.

Baca Juga: Inflasi Filipina di Juli 2022 Capai 6,4%, Tertinggi Sejak 2018

Sepuluh dari 16 ekonom dalam jajak pendapat Reuters 8-15 Agustus memperkirakan kenaikan 25 bps basis poin lagi pada pertemuan September, mengambil suku bunga menjadi 4,00%, di mana mereka berada sebelum pandemi Covid-19.

Tujuh ekonom memperkirakan tingkat suku bunga akan mencapai 4,25% atau lebih tinggi pada akhir 2022, enam suku bunga diharapkan mencapai 4,00%, sedangkan tiga sisanya mengatakan suku bunga akan menjadi 3,75% atau lebih rendah.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru