kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Batalkan Perjalanan ke Israel, Erdogan: Hamas Bukan Organisasi Teroris


Kamis, 26 Oktober 2023 / 06:06 WIB
Batalkan Perjalanan ke Israel, Erdogan: Hamas Bukan Organisasi Teroris
ILUSTRASI. Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa kelompok militan Palestina Hamas bukanlah organisasi teroris. FOTO: Ist/IG/@rterdogan


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa kelompok militan Palestina Hamas bukanlah organisasi teroris. Dia mengatakan Hamas merupakan kelompok pembebasan yang berjuang untuk melindungi tanah Palestina.

Mengutip Reuters, Turki yang merupakan anggota NATO mengutuk kematian warga sipil yang disebabkan oleh serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan. 

Namun, dia juga mendesak pasukan Israel untuk menahan diri dalam menanggapi hal tersebut. Ankara mengecam keras pemboman Israel di Gaza.

“Hamas bukanlah organisasi teroris, mereka adalah kelompok pembebasan, ‘mujahidin’ yang melancarkan pertempuran untuk melindungi tanah dan rakyatnya,” katanya kepada anggota parlemen dari Partai AK yang berkuasa. 

Erdogan menggunakan kata mujahidin dari bahasa Arab yang berarti mereka yang memperjuangkan keyakinan mereka.

Tidak seperti banyak sekutu NATO dan Uni Eropa, Turki tidak menganggap Hamas sebagai organisasi teroris dan menjadi tuan rumah bagi anggota kelompok tersebut di wilayahnya. 

Ankara juga mendukung solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.

Erdogan juga mengecam negara-negara Barat karena mendukung pemboman Israel di Gaza.

Baca Juga: Telepon Putin, Erdogan Sampaikan Kritik Pedas untuk Negara-Negara Barat Soal Gaza

Dalam beberapa kesempatan, dia menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata dengan segera, sehingga bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan ke Gaza. 

Erdogan juga mengimbau agar negara-negara Muslim bekerja sama menghentikan kekerasan.

“Pelaku pembantaian dan perusakan yang terjadi di Gaza adalah mereka yang memberikan dukungan tanpa batas kepada Israel,” kata Erdogan. 

Dia menambahkan, “Serangan Israel terhadap Gaza, baik bagi Israel maupun bagi mereka yang mendukungnya, sama dengan pembunuhan dan penyakit mental.”

Sementara itu, Israel menolak deskripsi Erdogan tentang Hamas. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat menyebut kelompok itu sebagai “organisasi teroris yang tercela”.

“Bahkan upaya presiden Turki untuk membela organisasi teroris dan kata-katanya yang menghasut tidak akan mengubah kengerian yang telah disaksikan seluruh dunia,” tulis Haiat di platform media sosial X.

Komentar Erdogan juga mendapat kecaman langsung dari Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini, yang mengatakan komentar tersebut sangat buruk dan menjijikkan serta tidak membantu deeskalasi. 

Salvini mendesak menteri luar negeri Italia untuk mengajukan protes resmi ke Ankara.

Baca Juga: Apa Itu Hamas? Simak Sejarah, Tujuan, Serta Sumber Dananya

Indeks saham acuan di Istanbul turun 7% pada hari Rabu yang disebabkan oleh komentar Erdogan mengenai Hamas.

Pertempuran di Gaza terjadi pada saat Turki berupaya memperbaiki hubungannya dengan Israel setelah bertahun-tahun mengalami perselisihan, dengan fokus pada energi sebagai bidang kerja sama.

Menunjukkan bahwa upaya normalisasi tersebut kini ditangguhkan, Erdogan menuduh Israel mengambil keuntungan dari "niat baik" Turki dan mengatakan ia telah membatalkan kunjungan yang direncanakan sebelumnya ke Israel.

“Saya menjabat tangan pria bernama Netanyahu ini satu kali dalam hidup saya,” kata Erdogan, merujuk pada pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela-sela Majelis Umum PBB bulan lalu.

“Jika dia (Netanyahu) terus dengan niat baik, hubungan kami mungkin akan berbeda, tapi sekarang, sayangnya, hal itu juga tidak akan terjadi karena mereka memanfaatkan niat baik kami,” tambahnya.

Erdogan menuduh Barat munafik karena gagal menanggapi apa yang disebutnya sebagai “pembantaian yang disengaja” oleh Israel di Gaza dengan ketegasan yang sama seperti yang mereka lakukan terhadap invasi Rusia ke Ukraina.




TERBARU

[X]
×