kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Begini cara Bos Amazon Jeff Bezos mengubah dunia


Senin, 19 Agustus 2019 / 05:00 WIB
Begini cara Bos Amazon Jeff Bezos mengubah dunia
ILUSTRASI.

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  CEO dan Founder Amazon.com, Jeff Bezos, saat ini merupakan orang terkaya di Planet Bumi ini. Bloomberg mencatat Bezos masih memiliki kekayaan sekitar US$ 122 miliar atau setara Rp 1.732,4 triliun (US$ 1=Rp 14.200) setelah ia bercerai dengan istrinya MacKenzie.

Saat bercerai, Bezos kehilangan seperempat kekayaannya karena dibagikan kepada MacKenzie sebesar US$ 38 miliar. Kendati begitu Bezos masih tetap orang terkaya di dunia.

Baca Juga: Bagaimana Jeff Bezos mengubah Washington Post dari rugi menjadi untung?

Mengutip CNN, Senin (19/8) pada tahun 2019 ini, Bezos telah genap mendirikan Amazon selama 25 tahun sejak 1994. Sulit menceritakan hanya melalui satu cerita saja tentang seperempat abad pertama Amazon yang telah menghantarkan Bezos menjadi orang terkaya sejagat.  Namun Bezos telah mengubah dunia lewat Amazon.

Amazon telah menjadi perusahaan digital pertama dibandingkan para pesaingnya. Amazon juga tercatat menjadi perusahaan paling dominan sebagai industri yang mengendalikan bagian fundamental infrastruktur digital dunia.  Amazon adalah perusahaan pelayaran, pengiklan, produsen televisi, toko kelontong dan masih panjang lagi daftarnya.

Kehadiran Amazon telah menganggu bisnis industri ritel. Namun Amazon telah membuat belanja via online lebih cepat dan nyaman. Amazon telah mengantarkan era baru bagi Teknologi Industri (TI) dengan mengembangkan komputasi awan (komputer berbasis internet) pada tahun 2006. Amazon memulai lebih dulu selama bertahun-tahun daripada para pesaingnya.

Nah bagaimana Amazon telah mengubah dunia? Ini adalah kisah Amazon yang dieksplorasi dalam film dokumenter CNN berjudul "The Age of Amazon".

Baca Juga: Jeff Bezos membawa dua superyachts 90 kaki ke restoran Miami dengan 17 tamunya

Amazon mendengarkan apa yang Anda katakan kepada Alexa.

Mantan kontraktor Anthonio Pettit yang bekerja untuk meningkatkan teknologi Alexa mengatakan, Amazon mendengarkan apa yang Anda katakan kepada Alexa.

Bahkan akibat aktivitas ini, pada April lalu, Amazon dikecam karena mempekerjakan ribuan orang untuk mendengarkan dan menyalin apa yang dikatakan pengguna produknya kepada Alexa.

Karena itu, Anthonio mengatakan Amazon harus lebih transparan terkait penggunaan suara pelanggan mereka. Sebab dengan mendengarkan apa kata para pelanggannya, mereka dapat meningkatkan kualitas produk mereka sesuai harapan konsumen.

"Segala sesuatu yang mereka lakukan didasarkan pada jaminan kualitas ... tetapi orang-orang harus tahu itu. Saya pikir itu adalah sesuatu yang pasti tidak diiklankan dan, Anda tahu, itu bukan sesuatu yang saya pikir harus dihindari perusahaan." ujar Anthonio.

Tudingan ini memang dibantah Amazon dan mengatakan mereka tidak bermaksud mendengarkan segalanya.

Toni Reid, kepala Alexa di Amazon, mengatakan perusahaan menggunakan "sekelompok kecil" annotator yang menarik "sampel yang sangat, sangat kecil" dari percakapan pengguna dengan Alexa untuk meningkatkan pemahaman komputer tentang ucapan manusia dan tanggapannya. Dia mengatakan audio yang digunakan terputus dari data pelanggan lainnya.

"Ini adalah praktik umum untuk pembelajaran mesin," kata Reid kepada CNN's Poppy Harlow. "Anda harus melatih para model dengan kebenaran data dasar."

Baca Juga: Senator AS Bernie Sanders tuding Jeff Bezos di belakang berita buruk soal dirinya

Amazon mempertahankan nol tagihan pajaknya

Amazon telah berulang kali dikritik, termasuk oleh calon presiden dari Partai Demokrat Bernie Sanders, karena tidak membayar pajak pendapatan federal pada tahun 2017 atau 2018 meskipun berada di antara perusahaan-perusahaan paling berharga di dunia dan menghasilkan keuntungan miliaran dolar pada tahun-tahun itu.

Namun Amazon mengatakan tagihan pajak US$ 0 (nol).

"Kami membayar semua pajak yang harus kami bayar," kata Jeff Wilke, kepala bisnis konsumen dunia Amazon. "Jika kami tidak membayar pajak di AS, itu karena undang-undang mengharuskan kami untuk tidak membayar pajak."

Wilke mencatat Amazon telah banyak berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur, terutama untuk pusat pemenuhannya, dan bahwa pengurangan dan kredit dalam kode pajak dimaksudkan untuk mempromosikan investasi semacam itu.

Baca Juga: Jeff Bezos menjadi manusia terkaya di bumi dengan bantuan buku luar biasa Ini

Memang, Amazon telah mengeluarkan uang untuk membangun jaringan gudang dan pusat distribusi, yang membutuhkan investasi dalam robot, komputer, dan ribuan pekerja manusia. Perusahaan juga telah mampu menghapus kerugian miliaran dolar setelah bertahun-tahun gagal menghasilkan keuntungan.




TERBARU

Close [X]
×