kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Begitu tahu hendak dimakzulkan, Trump langsung telepon Ketua DPR AS


Rabu, 25 September 2019 / 21:48 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Politisi dari Partai Demokrat itu menyebutkan, Trump sudah melanggar konstitusi dengan meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencari kesalahan Biden.

Percakapan Trump dan Zelensky pada Juli lalu terjadi beberapa hari setelah dia memerintahkan penangguhan bantuan militer senilai hampir US$ 400 juta.

"Presiden harus bertanggungjawab. Tidak ada orang yang berada di atas hukum," ujar Pelosi saat mengumumkan penyelidikan pemakzulan atas Trump.

Baca Juga: Ramai bahas pemakzulan Trump, begini proses untuk melengserkan seorang Presiden AS

Gedung Putih kemudian memberi izin perilisan transkrip percakapan Trump dan Zelensky yang "tidak diedit dan rahasia".

Presiden dari Partai Republik itu mengakui, menyebut nama Biden dalam percakapan telepon. Tapi, Trump bersikukuh, masih dalam taraf "wajar".

Gedung Putih awalnya menolak menyediakan detail keluhan si whistleblower kepada Kongres AS. Tetapi, mereka setuju setelah melalui proses pemindaian percakapan rahasia.

Penulis: Ardi Priyatno Utomo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dirinya Hendak Dimakzulkan, Trump Telepon Ketua DPR AS"




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×