kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Beijing larang pegawai negeri dan militer China pakai mobil Tesla


Rabu, 24 Maret 2021 / 07:44 WIB
Beijing larang pegawai negeri dan militer China pakai mobil Tesla
ILUSTRASI. Pemerintah China melarang pegawai pemerintahan China seperti pegawai negeri sipil dan militer, menggunakan mobil Tesla. REUTERS/Fabrizio Bensch


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Baru-baru ini, Pemerintah China merilis aturan baru yang membatasi penggunaan mobil listrik Tesla di negaranya. Peraturan ini secara khusus melarang pegawai pemerintahan China seperti pegawai negeri sipil dan militer, menggunakan mobil Tesla. 

Menurut laporan Wall Street Journal, kebijakan tersebut berasal dari kekhawatiran Pemerintah China bahwa Tesla menggunakan mobilnya untuk melakukan mata-mata. 

Dugaan ini muncul karena Tesla tidak mengikuti persyaratan yang ditetapkan pemerintah, soal operasi mobil listrik di sana. 

Sebagai informasi, di China ada peraturan yang mengamanatkan perusahaan mobil listrik termasuk mobil hibrida listrik untuk berbagi data mengemudi real-time (seperti lokasi kendaraan dan penggunaan baterai) kepada pihak berwenang. Aturan inilah yang tidak diikuti oleh Tesla. 

Baca Juga: Tak diduga, mobil listrik ini terlaris melampaui Tesla Model 3

Sebagai kendaraan modern, mobil bikinan Tesla dilengkapi sensor dan kamera canggih. Adapun kedua fitur tersebut digunakan untuk membantu mobil dalam mendeteksi keadaan lalu lintas di jalan saat mengaktifkan mode mengemudi otomatis (auto-pilot). 

Namun, Pemerintah China memandang mobil Tesla tak ubahnya seperti robot mata-mata. Pihaknya mengaku khawatir akan sensor kamera mobil Tesla yang dapat digunakan untuk merekam segala aktivitas di China yang kemudian dikirimkan ke AS. 

Baca Juga: Elon Musk sebut Tesla akan ditutup jika mobilnya dipakai untuk memata-matai China

Akibatnya seluruh pegawai lembaga pemerintahan China dilarang untuk mengendarai Tesla. Munculnya peraturan ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis Tesla di China. Sebab, China merupakan salah satu pasar yang besar bagi Tesla. 

Pada 2020 lalu, Tesla sempat untung besar setelah berhasil menjual 147.445 kendaraan mobil listrik di China. Angka tersebut mencakup 30 persen dari total pendapatan Tesla secara global. 

Saat ini, perusahaan milik Elon Musk tersebut diketahui tengah menggarap dua model mobil listrik baru di China, yakni Model 3 dan Model Y. Tesla sendiri memang memiliki pabrik produksi di China. Pabrik ini bernama Giga 3 yang terletak di Shanghai, China. 

Elon Musk membantah

Dugaan yang dilayangkan oleh Pemerintah China mendapat bantahan keras dari CEO Tesla, Elon Musk. Pemilik perusahaan mobil listrik itu mengatakan bahwa Tesla akan ditutup jika digunakan untuk memata-matai di China. 

"Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk sangat merahasiakan informasi apa pun. Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di mana pun, kami akan ditutup," kata Musk sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Selasa (23/3/2021). 

Meski disebut muncul dari rasa kecurigaan Pemerintah China, namun, kebijakan baru ini agaknya dipengaruhi oleh faktor ketegangan antara China dan Amerika Serikat. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah China Larang Pegawai Negeri dan Militer Pakai Mobil Tesla"
Penulis : Kevin Rizky Pratama
Editor : Yudha Pratomo

Selanjutnya: Berupaya salip Tesla, Volkswagen percepat pembangunan pabrik dan infrastruktur




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×