kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Berhasil melewati badai krisis di Asia Tenggara (2)


Jumat, 12 April 2019 / 09:30 WIB

Berhasil melewati badai krisis di Asia Tenggara (2)

Ia adalah founder Bank of Ayudhya, Siam City Cement dan Bangkok Broadcasting and Television. Ya, Chuan adalah pendiri dari semua perusahaan yang kini dikendalikan oleh krit. Bisnis yang dimiliki oleh keluarga Krit tersebar di berbagai sektor, mulai media, real estat hingga semen, dan bank.

Namun tak banyak yang bisa mengetahui perjalanan kehidupan keluarga Ratanarak. Forbes menyebutkan, kehidupan keluarga pengusaha ini rahasia dan tertutup.

Krit lahir di Bangkok pada 19 April 1946. Anak pertama dari enam bersaudara ini mendapatkan gelar MBA dari The Eastern New Mexico University. Empat saudaranya yang perempuan tinggal di luar Bangkok, Thailand. Tetapi ia mengikuti sang ibu yang memilih untuk tinggal di negara asalnya.

Urusan rumah tangganya juga tidak terlalu sukses. Ia berstatus bercerai dari istrinya dengan mempunyai satu orang anak.

Saat memimpin Bank of Ayudhya tahun 1982, Krit memang langsung membesarkan perusahaan ini. Pada tahun 1998, saat bank-bank lain tutup atau dinasionalisasi, Krit menyelesaikan rekapitalisasi Bank Ayudhya, dan bank terus meningkatkan kinerjanya setelah krisis.

Setelah melewati krisis , ia menjadi satu dari delapan kelompok bisnis yang berada di top 40 asal Thailand pada tahun 1979 dan bisa bertahan di puncak peringkat pada tahun 2009. Kini nilai pasar Bank of Ayudhya mencapai lebih dari US $ 7 miliar.

Namun karena alasan aturan batas kepemilikan saham maka Krit dan keluarganya harus melepas perlahan-lahan kepemilikan di beberapa perusahaan keuangannya.

Namun Krit tidak begitu saja melepas kepemilikan sahamnya. Ia mencari pembeli saham perusahaanya yang memang sudah ahli dalam berbisnis. Nama perusahaan seperti GE Capital dan Mitsubishi UFJ Financial Group Jepang menjadi salah satu investor yang masuk dalam bank milik Krit. Hasilnya, Bank of Ayudhya menjadi salah perbankan papan atas di Thailand.

(Bersambung)


Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tri Adi

Video Pilihan


Close [X]
×