CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Bisnis Manufaktur Jepang Menguat Berkat Ledakan Permintaan AI


Rabu, 09 September 2026 / 16:11 WIB
Bisnis Manufaktur Jepang Menguat Berkat Ledakan Permintaan AI
ILUSTRASI. Pelabuhan Tokyo Jepang (Yoshio Tsunoda/AFLO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Kepercayaan bisnis perusahaan manufaktur besar Jepang menguat ke level tertinggi sejak Desember 2021. Kenaikan ini terutama ditopang permintaan yang kuat untuk semikonduktor dan kebutuhan pusat data, menunjukkan manfaat dari meningkatnya investasi kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan survei Reuters Tankan yang dirilis Rabu (9/9), indeks sentimen manufaktur naik menjadi plus 21 pada September 2026, dari plus 18 pada Agustus. Level tersebut melanjutkan tren pemulihan setelah indeks sempat berada di plus 7 pada April.

Penguatan paling besar datang dari sektor elektronik. Subindeks elektronik melonjak menjadi plus 39 dari plus 24 pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan derasnya belanja modal terkait AI yang mengerek permintaan terhadap chip, peralatan pengujian semikonduktor, serta berbagai komponen dari pemasok Jepang.

“Permintaan untuk pasar yang terkait dengan pusat data sangat kuat,” ujar seorang manajer perusahaan elektronik dalam survei tersebut, dalam laporan Reuters (9/9).

Sektor mesin presisi juga tetap solid dengan indeks plus 29. Sementara itu, produk logam naik tipis menjadi plus 26 dari plus 25. Sektor tekstil dan pulp/kertas bahkan berbalik menjadi plus 13 dari sebelumnya nol. Namun, sektor baja dan logam nonbesi masih berada di zona negatif, yakni minus 13.

Di luar manufaktur, kepercayaan bisnis juga membaik meski lebih terbatas. Indeks sentimen perusahaan nonmanufaktur naik menjadi plus 29 dari plus 28. Real estat dan konstruksi meningkat menjadi plus 37, sedangkan transportasi dan utilitas naik menjadi plus 33.

Sektor ritel turut menunjukkan pemulihan dengan indeks naik menjadi plus 18 dari plus 9. Sebaliknya, sektor informasi dan komunikasi melemah menjadi plus 21 dari plus 33.

Survei yang dilakukan pada 26 Agustus hingga 4 September itu melibatkan 224 perusahaan dari 510 perusahaan yang menjadi target. Indeks Reuters Tankan menjadi salah satu indikator awal untuk membaca hasil survei Tankan Bank of Japan (BOJ).

Ke depan, pelaku manufaktur Jepang masih optimistis. Mereka memperkirakan indeks sentimen meningkat menjadi plus 27 dalam tiga bulan mendatang. Namun, risiko tetap membayangi, terutama ketegangan di Timur Tengah, kenaikan biaya bahan baku, serta melemahnya konsumsi domestik.

Perbaikan sentimen manufaktur ini juga datang ketika ekonomi Jepang menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 direvisi menjadi 1,4% secara tahunan, lebih tinggi dari estimasi awal 1,1%.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat dan lonjakan permintaan terkait AI menjadi modal positif bagi industri Jepang. Namun, kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah dapat kembali menekan biaya produksi dan menjadi tantangan bagi keberlanjutan pemulihan industri.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×