Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Blackstone kembali membatasi penarikan dana dari salah satu produk private credit andalannya pada kuartal III 2026. Langkah ini dilakukan karena permintaan investor untuk mencairkan dana masih tinggi.
Berdasarkan dokumen regulator yang dirilis Kamis (3/9/2026), investor mengajukan permintaan penarikan sebesar US$ 4,3 miliar, atau setara dengan 10% saham, dari Blackstone Private Credit Fund (BCRED) pada kuartal III.
Nilai permintaan tersebut relatif sama dengan kuartal sebelumnya. Namun, dana private credit terbesar di dunia itu hanya akan melakukan pembelian kembali saham sebesar 5% pada kuartal ini, sesuai batas yang lazim diterapkan pada produk investasi sejenis.
Baca Juga: Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan AS Naik Tipis, Pasar Tenaga Kerja Stabil
Kondisi tersebut menunjukkan investor individu kaya masih berupaya mencairkan investasi mereka dari produk private credit setelah bertahun-tahun mengalirkan dana ke instrumen yang memberikan eksposur terhadap aset yang relatif jarang diperdagangkan.
Tingginya permintaan penarikan terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap standar pemberian pinjaman serta prospek perusahaan-perusahaan teknologi, khususnya perusahaan software yang memiliki utang besar kepada pemberi pinjaman langsung atau direct lenders.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian. Investor mencermati bagaimana perusahaan software yang memiliki beban utang besar akan menghadapi potensi gangguan bisnis akibat perkembangan AI.
Blackstone merupakan perusahaan manajemen aset alternatif terbesar di dunia. Saham Blackstone sempat melemah dalam perdagangan pra-pasar setelah kabar tersebut muncul, sebelum berbalik naik 0,6%.
Dalam pembaruan kepada investor, BCRED mengatakan pembatasan tersebut ditujukan untuk menyediakan likuiditas bagi pemegang saham sekaligus mempertahankan modal yang dapat digunakan untuk investasi baru.
"Ini memberikan likuiditas kepada pemegang saham sekaligus mempertahankan modal untuk ditempatkan pada investasi baru," kata BCRED dalam pembaruan kepada investor.
Antrean Penarikan Masih Menumpuk
Pada kuartal II 2026, BCRED hanya memenuhi sekitar setengah dari permintaan pembelian kembali saham senilai US$ 4,5 miliar. Akibatnya, masih terdapat permintaan penarikan yang belum terpenuhi sebesar sekitar US$ 2,3 miliar.
Baca Juga: China Kurangi US Treasury Tersisa 2%, Hedge Fund Kini Jadi Penguasa
BCRED mengatakan sebagian besar permintaan yang belum terpenuhi tersebut kembali diajukan oleh investor pada kuartal III.
Di tengah tingginya permintaan penarikan, BCRED mencatat arus dana keluar bersih atau net outflow sekitar 3% pada kuartal III. Arus masuk dari investor baru hanya mencapai hampir US$ 750 juta, karena jumlah investor baru yang masuk ke produk tersebut menurun.
Meski demikian, BCRED menegaskan kondisi permodalannya masih kuat. Dana dari pembayaran kembali pinjaman dan arus dana masuk masih lebih besar dibandingkan nilai saham yang dibeli kembali dari investor.
Dari sisi kinerja, saham Kelas I BCRED mencatat total imbal hasil tahunan sebesar 9% sejak diluncurkan. Menurut BCRED, kinerja tersebut memberikan premi sekitar 290 basis poin dibandingkan leveraged loans.
Jendela Penarikan Mulai Ditutup
Tekanan penarikan dana tersebut juga terjadi ketika periode penebusan pada sejumlah private credit fund Amerika Serikat yang tidak diperdagangkan di bursa mulai ditutup.
Jendela penebusan untuk kuartal III pada sejumlah dana private credit utama AS mulai berakhir pada awal pekan ini. Sementara itu, periode tender offer untuk berbagai produk serupa diperkirakan berakhir secara bertahap sepanjang September.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian di industri private credit, yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dengan menawarkan investor akses ke aset kredit yang tidak banyak diperdagangkan di pasar publik.
Tingginya permintaan pencairan sekaligus menunjukkan tantangan likuiditas yang dihadapi produk-produk tersebut ketika investor ingin menarik dana dalam jumlah besar dalam waktu yang bersamaan.
Baca Juga: Ekonomi Zona Euro Mencatatkan Pertumbuhan Solid Sepanjang Agustus














