Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Penjualan dan ekspor kendaraan China diperkirakan melambat seiring lemahnya permintaan domestik dan masih berlanjutnya ketidakpastian eksternal, demikian disampaikan asosiasi industri otomotif utama China pada Rabu.
Berdasarkan data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), penjualan kendaraan di China diproyeksikan hanya tumbuh 1% pada tahun ini, melambat tajam dibandingkan pertumbuhan 9,4% pada tahun lalu.
Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik (electric vehicles/EV) dan plug-in hybrid juga diperkirakan melambat menjadi 15,2%, turun dari 28,2% sebelumnya. Sementara itu, ekspor kendaraan diproyeksikan naik 4,3%, setelah mencatat lonjakan yang lebih kuat dari perkiraan sebesar 21,1% pada 2025, menurut data CAAM.
Baca Juga: China Catat Surplus Perdagangan Pecahkan Rekor pada 2025, Meski Ada Tarif Trump
CAAM menilai permintaan domestik masih belum memadai, karena prospek pendapatan masyarakat yang belum stabil serta kekhawatiran terhadap keamanan pekerjaan terus menekan minat beli konsumen.
Selain itu, asosiasi tersebut menyebutkan bahwa pengetatan regulasi terhadap praktik penjualan mobil bekas nol kilometer, strategi yang digunakan produsen otomotif untuk menjual mobil baru sebagai kendaraan bekas dengan diskon besar akan meningkatkan tekanan persediaan di dalam negeri dalam jangka pendek.
CAAM juga menyoroti bahwa ketidakpastian geopolitik serta ketegangan ekonomi dan perdagangan global akan memberikan tekanan ke bawah terhadap kinerja ekspor. Dorongan bagi produsen otomotif China untuk melokalisasi produksi di pasar luar negeri juga diperkirakan akan turut menekan volume ekspor kendaraan China ke depan.
Artikel ini menegaskan tantangan yang dihadapi industri otomotif China di tengah perlambatan ekonomi, dinamika geopolitik global, dan perubahan strategi ekspansi produsen kendaraan.













