Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham China menguat tipis pada perdagangan Rabu (12/8/2026), didorong kenaikan saham sektor teknologi dan properti.
Investor juga mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Melansir Reuters, Indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,3% menjadi 3.946,68. Sementara indeks saham unggulan CSI300 menguat 0,6%.
Baca Juga: Putin Murka, Rusia Ancam Balas jika Eropa Sita Kapal Dagang
Sektor teknologi menjadi salah satu penggerak utama pasar. Indeks ChiNext Composite yang berisi saham-saham perusahaan rintisan naik 1,5%, sedangkan indeks teknologi Shanghai STAR50 menguat 1,6%.
Indeks CSI Semiconductor naik 2%, sementara CSI AI bertambah 1%. Indeks CSI 5G Communications bahkan melonjak 3%, dengan saham Zhongji Innolight menguat 3,8%.
"Sentimen terhadap teknologi mulai stabil karena sebagian besar sentimen bearish yang terjadi belakangan tampaknya telah tercermin dalam harga saham," kata analis UBS dalam sebuah catatan.
Saham Properti China Ikut Menguat
Selain teknologi, saham sektor properti juga mencatat penguatan signifikan.
Indeks CSI 300 Real Estate ditutup melonjak 3,6%. Kenaikan tersebut turut menopang indeks saham China di tengah membaiknya sentimen pasar.
Analis China Dragon Securities mengatakan sejumlah risiko yang sebelumnya membebani pasar mulai mereda dibandingkan Juli.
Baca Juga: Korea Utara Kembali Uji Rudal Balistik Jelang Latihan Militer AS-Korea Selatan
"Meski masih terdapat ketidakpastian, termasuk risiko spesifik perusahaan selama musim laporan keuangan dan perubahan kondisi geopolitik, faktor negatif yang membebani pasar telah berkurang dibandingkan Juli," tulis analis China Dragon Securities.
Mereka menambahkan, arah kebijakan pemerintah China juga semakin jelas. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu menstabilkan pasar sekaligus mendukung pemulihan saham.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Pergerakan bursa China terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menjelang rilis data inflasi AS.
Amerika Serikat dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal pada Selasa.
Di saat yang sama, prospek berakhirnya perang Iran kembali meredup setelah Teheran mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Washington memenuhi sejumlah persyaratan Iran.
Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun Rabu (12/8), Saham BHP dan CBA Jadi Beban
Perkembangan tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi harga energi dan inflasi global.
Di Hong Kong, pergerakan pasar justru berlawanan. Hang Seng Index turun 0,8% menjadi 25.440,17, sementara Hang Seng Tech Index melemah 1%.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
