Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham global bergerak mendatar di dekat level tertinggi sepanjang masa pada Jumat (16/1/2026), di tengah masih memanasnya tensi geopolitik global dan kembali menguatnya optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Di saat yang sama, dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan terakhir seiring pelaku pasar memangkas ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Emas sebagai aset lindung nilai bergerak relatif stabil, sementara harga minyak rebound setelah sebelumnya sempat tertekan.
Baca Juga: Protes di Iran Mereda Usai Tindakan Keras Aparat, Warga & Kelompok HAM Angkat Bicara
Kenaikan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengambil sikap wait and see terhadap Iran, meski sebelumnya sempat melontarkan ancaman intervensi.
Sejak awal tahun, geopolitik internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar, menyusul langkah Trump terkait Venezuela, wacana pengambilalihan Greenland, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
“Walaupun untuk sementara probabilitas intervensi militer AS di Timur Tengah tampaknya menurun, saya rasa risiko itu belum sepenuhnya bisa dikesampingkan,” ujar Michael Brown, Senior Research Strategist Pepperstone.
Aktivitas Pasar Terbatas Jelang Libur AS
Brown menambahkan, pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang libur nasional Martin Luther King Jr. Day di Amerika Serikat pada Senin mendatang.
“Saya tidak akan terlalu percaya diri untuk mengambil posisi agresif, baik di aset berisiko maupun minyak, menjelang libur panjang tiga hari dengan kondisi geopolitik seperti ini,” katanya.
Baca Juga: Meta Pangkas Ribuan Karyawan Reality Labs Usai Tekor US$ 73 Miliar
Indeks saham Eropa Stoxx 600 turun tipis 0,1% setelah mencetak rekor tertinggi pada Kamis (15/1/2026). Meski begitu, indeks ini berpeluang menutup pekan kelima berturut-turut di zona hijau.
Indeks CAC 40 Prancis melemah 0,7% dan menjadi yang terburuk di kawasan Eropa, terseret ketidakpastian politik setelah pemerintah Prancis menunda pembahasan anggaran 2026 akibat buntu di parlemen.
Kontrak berjangka saham AS mengindikasikan pembukaan yang positif di Wall Street.
Di Asia, indeks berbasis teknologi di Taiwan dan Korea Selatan mencetak rekor tertinggi baru, didorong kinerja solid produsen chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang kembali menghidupkan reli saham AI.
Amerika Serikat dan Taiwan juga dilaporkan mencapai kesepakatan dagang yang memangkas tarif ekspor semikonduktor, mendorong investasi teknologi ke AS, meski berisiko memicu ketegangan dengan China.
“Laporan TSMC yang solid dan bernada optimistis menjadi suntikan moral bagi saham-saham AI yang sebelumnya melemah di Wall Street,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore.
Baca Juga: CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan
Yen Jadi Sorotan, Dolar Tetap Kuat
Di pasar mata uang, yen Jepang menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan Tokyo tidak menutup opsi intervensi, termasuk koordinasi dengan AS, untuk meredam volatilitas nilai tukar.
Pernyataan tersebut mendorong penguatan yen, yang berlanjut setelah laporan Reuters menyebut sejumlah pejabat Bank of Japan melihat peluang kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar, bahkan bisa terjadi pada April.
Dolar AS melemah 0,3% ke kisaran 158 yen. Namun, secara global dolar masih bertahan dekat level tertinggi enam pekan di indeks dolar, seiring data ekonomi AS yang solid, termasuk penurunan klaim pengangguran.
Pasar kini hanya memperhitungkan peluang sekitar 20% penurunan suku bunga The Fed pada Maret, turun tajam dari sekitar 50% sebulan lalu.
Baca Juga: Harga Spot LNG Asia Naik Jumat (16/1), Ramalan Cuaca Dingin Dongkrak Permintaan
Minyak Naik, Emas Stabil
Di pasar komoditas, harga minyak menguat sekitar 1,2% seiring tetap adanya risiko gangguan pasokan, meskipun peluang serangan militer AS ke Iran dinilai menurun. Harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sama-sama bergerak naik.
Sementara itu, harga emas spot relatif stabil di kisaran US$ 4.611 per ons troi, setelah sempat tertekan di awal perdagangan.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
