Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Amerika Serikat dan Taiwan juga dilaporkan mencapai kesepakatan dagang yang memangkas tarif ekspor semikonduktor, mendorong investasi teknologi ke AS, meski berisiko memicu ketegangan dengan China.
“Laporan TSMC yang solid dan bernada optimistis menjadi suntikan moral bagi saham-saham AI yang sebelumnya melemah di Wall Street,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore.
Baca Juga: CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan
Yen Jadi Sorotan, Dolar Tetap Kuat
Di pasar mata uang, yen Jepang menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan Tokyo tidak menutup opsi intervensi, termasuk koordinasi dengan AS, untuk meredam volatilitas nilai tukar.
Pernyataan tersebut mendorong penguatan yen, yang berlanjut setelah laporan Reuters menyebut sejumlah pejabat Bank of Japan melihat peluang kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar, bahkan bisa terjadi pada April.
Dolar AS melemah 0,3% ke kisaran 158 yen. Namun, secara global dolar masih bertahan dekat level tertinggi enam pekan di indeks dolar, seiring data ekonomi AS yang solid, termasuk penurunan klaim pengangguran.
Pasar kini hanya memperhitungkan peluang sekitar 20% penurunan suku bunga The Fed pada Maret, turun tajam dari sekitar 50% sebulan lalu.
Baca Juga: Harga Spot LNG Asia Naik Jumat (16/1), Ramalan Cuaca Dingin Dongkrak Permintaan
Minyak Naik, Emas Stabil
Di pasar komoditas, harga minyak menguat sekitar 1,2% seiring tetap adanya risiko gangguan pasokan, meskipun peluang serangan militer AS ke Iran dinilai menurun. Harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sama-sama bergerak naik.
Sementara itu, harga emas spot relatif stabil di kisaran US$ 4.611 per ons troi, setelah sempat tertekan di awal perdagangan.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
